BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Digital, Beri Penghargaan kepada RS Cakra Husada dan RSU Islam Klaten

Demi memastikan peningkatan pelayanan kesehatan berbasis teknologi digital, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Edwin Aristiawan melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Cakra Husada (RSCH) dan Rumah Sakit Umum (RSU) Islam Klaten.

Edwin melihat langsung pelayanan kepada masyarakat yang melakukan pemeriksaan dan melakukan dialog kepada pasien pengguna Aplikasi Mobile JKN, Selasa (11/3).

- Advertisement -

Kunjungan pertama di RSCH Klaten Edwin menilai langkah transformasi digital yang diterapkan oleh Rumah sakit tersebut patut diapresiasi.

Terlebih lagi telah berkomitmen dalam mengimplementasikan integrasi sistem antrian online, integrasi sistem online dan E-SEP.

- Advertisement -
Baca Juga: BPJS Kesehatan Pastikan Mantan Pekerja Sritex dan Keluarga Tetap Mendapat Jaminan Kesehatan

Begitu juga terkait finger print dan bridging farmasi sehingga BPJS Kesehatan memberikan penghargaan bintang empat tersebut.

“Saya mengapresiasi RSCH, terutama direksi dan jajarannya telah bisa mengidentifikasi pinpoint-nya yakni kerumunan, itu betul,” terang Edwin.

“Mengingat adanya kerumunan itu menyebabkan tidak efisien operasional di rumah sakit. Tapi akan lebih efektif menggunakan sistem teknologi informasi (TI),” imbuh dia.

Lebih lanjut, Edwin mengapresiasi khusus terkait sistem yang diterapkan RSCH yang menurutnya baru pertama kali dilihatnya.

- Advertisement -

Terutama saat masyarakat melakukan pendaftaran secara online di rumah sakit tersebut.

“Jadi belum bisa mendaftar, 30 menit sebelum dokter datang. Terus terang, ini belum pernah saya temui. Ini melakukan filtering yang kedua,” imbuh Edwin.

Edwin mengungkapkan, transformasi digital yang dibangun oleh BPJS Kesehatan tak hanya memberikan kemudahan akses layanan kesehatan kepada masyarakat saja.

Tetapi juga untuk merubah budaya dalam antrean pemeriksaan sehingga tidak saling berebut melalui aplikasi Mobile JKN.Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan berbasis teknologi digital, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan, mengunjungi Rumah Sakit Cakra Husada (RSCH) dan Rumah Sakit Umum (RSU) Islam Klaten.

Selama kunjungannya pada Selasa (11/3), Edwin meninjau langsung pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat, termasuk berinteraksi dengan pasien pengguna Aplikasi Mobile JKN.

Saat berada di RSCH Klaten, Edwin menilai transformasi digital yang diterapkan rumah sakit tersebut layak mendapat apresiasi. Rumah sakit ini telah berkomitmen dalam mengintegrasikan sistem antrean online, sistem layanan daring, serta E-SEP.

Selain itu, implementasi teknologi seperti finger print dan bridging farmasi juga menjadi faktor utama yang membuat BPJS Kesehatan memberikan penghargaan bintang empat kepada RSCH.

“Saya mengapresiasi RSCH, terutama direksi dan jajarannya, yang berhasil mengidentifikasi permasalahan utama, yakni kerumunan. Ini sangat penting,” ujar Edwin.

“Kerumunan dapat menyebabkan ketidakefisienan operasional di rumah sakit. Namun, dengan sistem teknologi informasi (TI), prosesnya menjadi lebih efektif,” tambahnya.

Edwin juga mengapresiasi inovasi sistem yang diterapkan RSCH, yang menurutnya merupakan hal baru dalam dunia layanan kesehatan digital. Salah satu yang menarik perhatiannya adalah sistem pendaftaran online yang mengatur agar pasien tidak bisa mendaftar 30 menit sebelum dokter tiba.

“Terus terang, ini belum pernah saya temui sebelumnya. Sistem ini menjadi filter kedua dalam manajemen antrean,” jelas Edwin.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa transformasi digital yang diterapkan BPJS Kesehatan tidak hanya bertujuan mempermudah akses layanan kesehatan bagi masyarakat, tetapi juga mengubah budaya antrean. Dengan aplikasi Mobile JKN, pasien tidak perlu lagi berebut antrean secara konvensional, sehingga layanan kesehatan menjadi lebih tertib dan efisien.

Seperti diketahui, pada Mobile JKN terdapat fitur pendaftaran pelayanan antrean secara online.

Hal itu yang membuat masyarakat yang terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bisa melakukan pendaftaran dari rumah.

“Nomor antreannya sudah pasti, jadi tidak akan disalip orang atau hangus, sehingga bisa tenang. Kemudian bisa menggunakan waktunya dengan hal yang produktif,” jelasnya.

“Sekalipun ibu rumah tangga seperi mengatarkan anak sekolah hingga menyiapkan sarapan untuk keluarganya, daripada menunggu lama di rumah sakit,” tutur Edwin.

Melalui tranformasi digital yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan itu juga untuk membangun budaya baru dan meningkatkan literasi digital.

Maka itu, dirinya mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kolaborasi dengan rumah sakit dan masyarakat yang telah dibangun selama ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Rumah Sakit Cakra Husada Klaten Surawijaya Bakhtiar Kaslam mengungkapkan rasa terima kasihnya atas penghargaan yang diperoleh dari BPJS Kesehatan tersebut.

“Kami bergerak bersama, karena teknologi informasi menjadi komponen yang vital. Mulai dari rekam medis elektronik, satu sehat dari Kemenkes dan BPJS Kesehatan ada I-Care, Mobile JKN, pemanfaatan geometri wajah dan finger print,” katanya.

“Terus terang, kami merasa terbantu dalam pelayanan hingga mengurai kerumunan di rumah sakit,” imbuh Sura.

Sura mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada BPJS Kesehatan atas segala dukungan yang diberikan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di RSCH.

Terlebih lagi atas kerja sama selama ini.

“Semoga nantinya, ke depan, kami dari pihak rumah sakit dan BPJS Kesehatan bisa berkembang lebih baik. Untuk mewujudkan suatu kolaborasi kesehatan dan digitalisasi yang lebih baik lagi,” urainya.

Sementara itu, saat kunjungan ke RSU Islam Klaten, Edwin juga melakukan hal yang sama.

Termasuk memberikan penghargaan kepada rumah sakit tersebut.

Atas komitmennya dalam melakukan berbagai langkah transformasi digital guna meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Luar biasa, peningkatan kemajuannya sangat pesat. Rumah sakit yang saya kunjungi ini menunjukan komitmen pelayanan. Saya apresiasi pada bagian Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) dan dalam mencegah orang datang belum pada waktunya. Itu yang disebut productive time,” papar Edwin.

Edwin menegaskan, bahwa transformasi digital yang dilakukan BPJS Kesehatan tidak hanya untuk mengurai masalah antrean.

Tetapi bagaimana merubah kebiasaan budaya masyarakat saat mengakses pelayanan kesehatan sesuai waktu yang telah ditetapkan.

Ucapan terima kasih juga diungkapkan oleh Direktur Utama RSU Islam Klaten, Sutrisno atas penghargaan yang diperoleh dari BPJS Kesehatan tersebut.

Hal itu memacu rumah sakit dalam memberikan pelayanan lebih baik kepada masyarakat.

“Kita terus berjuang, untuk bisa memberikan lebih baik sehingga bermanfaat bagi masyarakat. Mohon bimbingan dan arahan agar RSU Islam Klaten bisa lebih baik lagi. Terutama dalam pelayanan BPJS Kesehatan,” ujar Sutrisno.

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img