PT Mandiri Utama Finance (MUF) terus memaksimalkan strategi bisnisnya seiring dengan keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan di angka 5,75%. Perusahaan menganggap keputusan ini sebagai upaya untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Corporate Secretary and Legal MUF, Elisabeth Lidya Sirait, menjelaskan bahwa perusahaan terus mengembangkan produk dan layanan yang kompetitif, meningkatkan efisiensi operasional, serta menjaga kualitas layanan bagi konsumen. Salah satu fokus utama MUF saat ini adalah mendorong pertumbuhan net interest margin (NIM). Hingga Januari 2025, NIM MUF masih dalam proses evaluasi, dengan fokus pada keseimbangan antara yield asset dan cost of fund (CoF).
“MUF terus mengelola struktur pendanaan secara optimal agar tetap kompetitif, dengan memperhatikan perkembangan kondisi pasar,” ujar Elisabeth, Senin (24/2/2025).
Baca Juga: Pembiayaan Syariah MUF Tumbuh 11% dan Kontribusi 18,5% dari Total Penyaluran
Menghadapi fluktuasi suku bunga, MUF menerapkan strategi pendanaan yang menyeimbangkan kas perusahaan, kredit modal kerja (KMK), dan joint financing (JF). Dengan menjaga struktur pendanaan yang efisien, perusahaan dapat mengelola biaya dana secara lebih efektif. MUF juga memperkuat kemitraan dengan sektor perbankan, khususnya dengan Bank Mandiri Taspen dan Bank Syariah Indonesia (BSI), guna menjamin stabilitas pendanaan untuk mendukung pertumbuhan bisnis.
Selain itu, MUF juga fokus pada diversifikasi risiko dan optimasi portofolio demi menjaga profitabilitas. Strategi ini didukung dengan peningkatan efisiensi operasional serta ekspansi pangsa pasar melalui inovasi produk dan layanan. Elisabeth menegaskan bahwa MUF terus memantau kondisi pasar dan kebutuhan konsumen agar strategi penyaluran pembiayaan tetap optimal.
“Kami menyesuaikan fokus pada segmen-segmen dengan potensi pertumbuhan tinggi, sekaligus memperkuat sinergi dengan mitra strategis. Dengan pendekatan ini, kami percaya dapat menjaga kinerja perusahaan yang sehat dan berkelanjutan sepanjang 2025,” ujarnya.
MUF tetap optimistis terhadap permintaan pembiayaan kendaraan tahun ini, meskipun terus mewaspadai potensi dinamika pendanaan yang dapat memengaruhi kinerja keuangan. “Kami optimis terhadap permintaan pembiayaan kendaraan, namun tetap waspada terhadap dinamika yang bisa berdampak pada performa keuangan,” tambah Elisabeth.
Pada 2025, MUF menargetkan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp25 triliun, meningkat dari target tahun sebelumnya yang sebesar Rp22 triliun. Sepanjang 2024, MUF mencatatkan realisasi pembiayaan sebesar Rp21,6 triliun, tumbuh 4,5% secara tahunan (year on year / YoY).
Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya daya beli konsumen, yang dipacu oleh peluncuran berbagai model kendaraan baru dari produsen otomotif. Dari total pembiayaan tersebut, segmen kendaraan baru memberikan kontribusi terbesar sebesar 49%, diikuti oleh kendaraan bekas dengan porsi 19%.
Selain pembiayaan kendaraan, segmen dana tunai juga mencatat kontribusi positif sebesar 16,2% pada 2024. Produk MUF Dana terus berkembang berkat perluasan kerja sama dengan mitra dan optimalisasi teknologi digital untuk memberikan kemudahan layanan bagi konsumen.
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

































