BTN Gratiskan Seluruh Biaya Transaksi di Super App Bale, Ini Alasannya

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi menggratiskan seluruh biaya transaksi di aplikasi Bale, termasuk layanan populer seperti transfer dan pembayaran. Langkah ini berbeda dari kebanyakan bank yang umumnya mengandalkan digitalisasi untuk meningkatkan pendapatan berbasis transaksi atau fee-based income.

“Nyari duitnya tidak dari situ. Kami tidak mengejar fee-based income dari Bale,” ujar Direktur Utama BTN Nixon L.P Napitupulu, dikutip Jumat (14/2/2025).

- Advertisement -

Strategi BTN: Fokus pada Kredit
Menurut Nixon, sumber utama pendapatan BTN berasal dari kredit. Oleh karena itu, aplikasi Bale dikembangkan untuk mempercepat dan memperluas penyaluran kredit, khususnya Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Baca Juga: App Bale By BTN Resmi Diluncurkan

Bale mengintegrasikan layanan dari BTN Mobile dan BTN Property. BTN Mobile menyediakan fitur perbankan digital standar untuk kebutuhan individu, sementara BTN Property menjadi platform yang mempertemukan nasabah dengan pengembang properti.

- Advertisement -

“Fungsi BTN Property kami injeksi ke Bale. Jadi, di Bale, nasabah bisa berburu properti impian lalu kami sediakan pembiayaannya,” jelas Nixon.

Dengan fitur kredit yang lebih mudah diakses, BTN berharap dapat meningkatkan permintaan KPR, terutama di kalangan milenial dan Gen Z yang kini mendominasi pemohon KPR. Proses pengajuan dan persetujuan kredit pun menjadi lebih cepat dan efisien.

Selain KPR, BTN juga berencana memperluas layanan pinjaman personal melalui Bale. Dengan rekam jejak data nasabah yang sudah ada, bank dapat menyalurkan kredit lebih efisien sekaligus menekan risiko.

Dukungan bagi UMKM dan Merchant
Sejak awal, Bale juga dirancang untuk mendukung ekosistem bisnis, termasuk merchant, pelaku UMKM, dan pengembang properti yang menjadi bagian dari rantai pasok industri perumahan.

- Advertisement -

“Semua kebutuhan kita sediakan dalam satu super app. Fitur-fiturnya akan terus kami kembangkan agar selalu relevan dengan kebutuhan,” kata Nixon.

Selain itu, BTN juga memanfaatkan Bale untuk meningkatkan perolehan dana murah atau current account savings account (CASA). Dengan CASA yang lebih besar, bank dapat menawarkan bunga kredit yang lebih kompetitif serta menjaga margin bunga bersih atau net interest margin (NIM).

Kinerja BTN di 2024: Kredit Tumbuh 7,3%
Sepanjang 2024, BTN mencatatkan penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar Rp357,97 triliun, tumbuh 7,3% secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan ini didorong oleh bisnis KPR, baik subsidi maupun non-subsidi.

Hingga akhir Desember 2024, penyaluran KPR subsidi BTN mencapai Rp173,84 triliun, meningkat 7,5% yoy, sedangkan KPR non-subsidi tumbuh 10,2% yoy menjadi Rp105,95 triliun.

Di sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) BTN pada 2024 meningkat 9,1% yoy menjadi Rp381,67 triliun. Kontribusi dana murah terhadap total DPK mencapai 54,1%, naik dibandingkan 2023 yang sebesar 53,7%. Sementara itu, pertumbuhan CASA BTN tercatat 9,8% yoy pada akhir 2024.

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img