BSI Resmi Kantongi Izin, Siap Jalankan Bisnis Bank Bulion

PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) kini siap mengoperasikan bisnis bank bulion setelah mendapatkan izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Izin ini menjadi dasar hukum bagi BSI dalam menyelenggarakan kegiatan usaha bulion.

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa dengan diperolehnya izin dari OJK, pihaknya semakin optimistis dalam mengelola bisnis emas, khususnya bank bulion.

- Advertisement -

“Kami mengapresiasi kepercayaan dan dukungan dari regulator serta para pemangku kepentingan, sehingga BSI dapat melangkah lebih jauh dalam bisnis emas, yaitu bank bulion,” ujar Hery dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Baca Juga: BSI Tingkatkan Laba 22,83% Berkat Transformasi Digital & Inovasi

Izin usaha bulion untuk BSI telah diterbitkan OJK pada Rabu (12/2) yang mencakup produk Perdagangan Emas dan Penitipan Emas. Hery meyakini bisnis logam mulia BSI akan terus berkembang secara berkelanjutan, mendorong inklusi masyarakat dalam investasi emas sesuai maqashid syariah.

- Advertisement -

Regulasi dan Arahan OJK

Berdasarkan POJK No. 17 Tahun 2024, kegiatan usaha bulion adalah usaha yang berkaitan dengan emas yang dilakukan oleh lembaga jasa keuangan. OJK menginstruksikan BSI untuk segera menjalankan produk ini dalam waktu maksimal enam bulan sejak diterbitkannya izin.

“Alhamdulillah, kami memperoleh amanah ini. Kepercayaan nasabah terhadap bisnis emas BSI selama ini menjadi faktor utama yang membuat kami semakin yakin untuk mengembangkan bisnis emas lebih besar lagi di Bank Syariah Indonesia,” tambahnya.

Pada akhir tahun lalu, BSI didorong pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, untuk menjadi salah satu dari dua perusahaan BUMN pelopor bank emas di Indonesia.

- Advertisement -

“Produk emas BSI, termasuk ke depan pengelolaan bank bulion, menjadi pembeda utama yang berpotensi tumbuh besar seiring meningkatnya tren investasi emas di masyarakat,” lanjut Hery.

Bisnis Emas Jadi Game Changer BSI

Direktur Keuangan dan Strategi BSI, Ade Cahyo Nugroho, menegaskan bahwa pertumbuhan bank BSI saat ini turut didorong oleh bisnis emas, yang bahkan disebut sebagai game changer baru.

“Produk konsumer seperti emas mengalami pertumbuhan signifikan di BSI. Kami optimistis di 2025, apalagi kini BSI telah mendapatkan lisensi resmi sebagai bank bulion,” ujar Cahyo.

Dengan lisensi tersebut, BSI menjadi bank emas pertama di Indonesia, membuka peluang untuk membangun ekosistem bisnis emas yang lebih terintegrasi.

Cahyo menambahkan bahwa kolaborasi strategis dengan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dan PT Hartadinata Abadi Tbk semakin memperkuat bisnis emas BSI. Pada akhir November tahun lalu, BSI meluncurkan produk BSI Gold—logam emas batangan eksklusif berlogo BSI dengan kadar 99,99 persen, standar SNI, serta mendapat rekomendasi Kesesuaian Syariah dari MUI. Produk ini tersedia melalui layanan BSI Cicil Emas.

Pertumbuhan Bisnis Emas BSI Melesat

Sepanjang 2024, bisnis logam mulia BSI menunjukkan performa yang sangat positif, didorong oleh tingginya minat investasi emas di kalangan generasi muda.

Tercatat, bisnis emas BSI melonjak 78,18 persen secara tahunan. Produk cicil emas menjadi unggulan dengan peningkatan pembiayaan 177,42 persen YoY, mencapai Rp6,4 triliun. Sementara itu, gadai emas juga tumbuh signifikan sebesar 31,3 persen secara tahunan dengan nilai yang sama, Rp6,4 triliun. Kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) mendekati 0 persen.

“Bisnis emas adalah produk unggulan kami dengan potensi pertumbuhan besar. Tren investasi emas terus meningkat karena sifatnya sebagai aset safe haven. Kenaikan harga emas yang signifikan, seperti tahun lalu yang mencapai 32,4 persen, semakin mengukuhkan daya tarik investasi ini,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img