BPJS Ketenagakerjaan terus berupaya memperluas perlindungan bagi pekerja informal di Kalimantan Barat dengan menjalin kemitraan bersama Perisai. Dalam rangka meningkatkan kompetensi agen Perisai, memonitor evaluasi kinerja mereka, serta memperluas cakupan kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pontianak mengadakan pelatihan bagi Wadah Perisai di Goffee Cafe pada Rabu, 26 Februari 2025.
Peran Strategis Perisai dalam Akuisisi Peserta BPJS Ketenagakerjaan
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pontianak, Suhuri, menegaskan bahwa kehadiran Perisai sebagai penggerak jaminan sosial memiliki peran signifikan dalam mengakuisisi tenaga kerja bukan penerima upah (BPU).
“Kinerja Perisai dalam mengakuisisi peserta sangat kami apresiasi. Saya berharap melalui kegiatan ini, para agen Perisai semakin termotivasi untuk meningkatkan jumlah kepesertaan,” ujar Suhuri.
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Adakan Workshop untuk Optimalkan Perlindungan Data Peserta dalam Komunikasi Digital
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Julianto Marpaung, menekankan pentingnya Perisai dalam memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat pekerja di wilayah tersebut.
Peningkatan Edukasi dan Akses Perlindungan bagi Pekerja Informal
Dalam pertemuan yang berlangsung di Kabupaten Kubu Raya, BPJS Ketenagakerjaan mengumpulkan berbagai wadah kemitraan, termasuk komunitas Wadah Webcam Naik Kelas. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pekerja informal mengenai manfaat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
“Tujuan utama pertemuan ini adalah membahas program dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan serta menyampaikan informasi terbaru terkait layanan kami. Kami berharap para mitra Perisai dapat menyebarluaskan informasi ini kepada calon peserta,” kata Julianto.
BPJS Ketenagakerjaan menyediakan tiga program perlindungan utama bagi pekerja informal, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT). Namun, luasnya wilayah Kalimantan Barat menjadi tantangan tersendiri dalam menjangkau seluruh pekerja informal yang belum memahami manfaat program ini.
“Oleh sebab itu, kami menggandeng Perisai dan membentuk wadah edukasi hingga ke tingkat desa, agar pekerja di daerah terpencil pun bisa mendapatkan perlindungan yang layak,” tambah Julianto.
Dukungan dan Antusiasme Peserta Pelatihan
Desti, salah satu peserta pelatihan, mengaku telah lama mengetahui manfaat program BPJS Ketenagakerjaan. Namun, ini merupakan kali pertama ia mengikuti pelatihan untuk memahami lebih dalam tentang teknis pelaksanaan program tersebut.
“Di kampung saya, banyak pekerja rentan yang harus menghabiskan tabungan mereka untuk berobat saat mengalami kecelakaan kerja. Selain itu, banyak keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi karena kehilangan kepala keluarga. Inilah alasan saya mengajak masyarakat untuk mengikuti program ini,” ujar Desti.
Dengan adanya sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan Perisai, diharapkan semakin banyak pekerja informal yang sadar akan pentingnya jaminan sosial dan terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Upaya ini bertujuan untuk menciptakan perlindungan kerja yang lebih aman dan berkelanjutan bagi seluruh tenaga kerja di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

































