IHSG Melemah 0,65% di Pembukaan, Bursa Asia Kompak Tertekan

IHSG dibuka melemah pada perdagangan Senin (13/4), mengikuti sentimen negatif dari bursa saham Asia yang kompak tergelincir. Pada sesi pembukaan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 48,41 poin atau 0,65% ke level 7.410,09. Indeks LQ45 juga terkoreksi 5,28 poin atau 0,71% ke posisi 741,19.

Menurut laporan Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas, tekanan eksternal masih membayangi pasar, namun ketahanan permintaan domestik diperkirakan mampu menahan pelemahan lebih dalam. “Secara umum, resiliensi permintaan domestik masih menjadi penopang utama di tengah tekanan eksternal. IHSG berpeluang menguat terbatas pada hari ini,” tulis tim riset dalam kajiannya.

- Advertisement -

Dari sisi global, negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad sepanjang akhir pekan tidak mencapai kesepakatan. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran pasar terkait potensi terganggunya gencatan senjata yang sebelumnya berlangsung selama dua pekan.

Data inflasi Amerika Serikat juga menjadi sorotan. Inflasi tercatat naik 0,9% month to month (mtm) dan 3,3% year on year (yoy), didorong kenaikan harga energi. Situasi ini menempatkan The Federal Reserve dalam posisi sulit, antara menjaga stabilitas harga atau tetap mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah harga minyak yang masih tinggi.

- Advertisement -

Dari kawasan Asia, kinerja ekonomi China yang solid masih menjadi harapan bagi prospek permintaan global, terutama bagi negara eksportir komoditas seperti Indonesia. Sebaliknya, data ekonomi China yang mengecewakan dikhawatirkan memicu sentimen risk-off dan memberikan tekanan lanjutan pada aset berisiko.

Dari dalam negeri, investor menantikan sejumlah rilis data ekonomi dari Bank Indonesia (BI), seperti Survei Penjualan Eceran, Statistik Utang Luar Negeri (ULN), Prompt Manufacturing Index (PMI) BI, dan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU). Data konsumsi pasca-Ramadan menjadi penentu keberlanjutan daya beli masyarakat, sementara stabilitas ULN penting bagi persepsi risiko eksternal dan arus modal asing.

Sejalan dengan itu, bursa global pada akhir pekan lalu bergerak variatif. Di Eropa, Euro Stoxx 50 naik 0,65%, sementara indeks FTSE 100 Inggris turun tipis 0,03%. Indeks DAX Jerman melemah 0,01% dan CAC 40 Prancis menguat 0,17%.

Wall Street juga mencatat pergerakan beragam. Dow Jones melemah 0,56% ke 47.916,57, S&P 500 turun 0,11% ke 6.816,89, sedangkan Nasdaq Composite justru menguat 0,14% ke 25.116,34.

- Advertisement -

Pada pembukaan perdagangan Asia pagi ini, mayoritas bursa kembali tertekan. Indeks Nikkei anjlok 0,88%, Shanghai turun 0,23%, Hang Seng melemah 1,15%, dan Strait Times terkoreksi 0,27%.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img