PT Pegadaian dan PT Hartadinata Abadi Tbk mengumumkan kolaborasi strategis untuk mendukung pengembangan ekosistem emas di Indonesia serta meningkatkan literasi masyarakat terkait investasi emas. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pasar emas terbesar di dunia.
Direktur Utama Hartadinata Abadi, Sandra Sunanto, menyatakan bahwa kolaborasi ini akan memberikan dampak positif bagi industri emas nasional. “Langkah strategis ini akan memberikan dampak positif bagi industri emas nasional dan memperkuat peran Indonesia sebagai salah satu pasar emas terbesar di dunia.”
Sebagai bagian dari sinergi ini, kedua perusahaan berencana meningkatkan edukasi masyarakat tentang investasi emas dan mendorong inklusi keuangan berbasis emas. Sandra menambahkan bahwa produk EMASKU® milik Hartadinata dapat menjadi solusi strategis bagi kebutuhan Pegadaian atas produk bulion berkualitas, sekaligus mendukung pertumbuhan pembelian bulion di Indonesia.
Baca juga: Hanya Rp10 Ribu, Bisa Punya Tabungan Emas! Begini Tips dari Pegadaian
Kolaborasi ini mencerminkan dukungan terhadap visi Pemerintah Indonesia dalam memperkuat hilirisasi industri emas. Pemerintah saat ini mendorong kegiatan usaha bulion untuk meningkatkan cadangan emas dan hilirisasi emas, sehingga mampu menciptakan sistem tata niaga yang memungkinkan transaksi lebih aman, terjangkau, dan efisien.
“Dengan sinergi ini, ekosistem emas diharapkan dapat menjadi motor penggerak utama bagi pertumbuhan ekonomi berbasis bulion,” imbuhnya.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan izin penyelenggaraan kegiatan usaha bulion oleh Pegadaian yang meliputi deposito emas, pinjaman modal kerja emas, jasa titipan emas korporasi, maupun perdagangan emas melalui surat nomor S-325/PL.02/2024 tanggal 23 Desember 2024.
Pegadaian pun menjadi perseroan pertama yang berhasil mendapatkan izin usaha tersebut di Indonesia.
Sementara Hartadinata Abadi Tbk adalah perusahaan manufaktur dan perdagangan emas dengan aktivitas usaha yang mencakup pembuatan perhiasan emas, bulion, refinery, hingga bisnis ritel.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

































