Pelaku bisnis pengangkutan laut di Indonesia dihadapkan pada tantangan besar dalam mengelola risiko dan klaim, terutama karena pengangkutan laut merupakan tulang punggung distribusi barang untuk ekspor dan perdagangan antar pulau.
Managing Director PT Global Internusa Adjusting Dikarioso menekankan pentingnya memahami risiko dalam asuransi pengangkutan, yang mencakup ketidakpastian mengenai kerugian ekonomis terhadap barang yang diangkut.
Dikarioso menjelaskan ada enam risiko utama yang perlu diwaspadai, yaitu: kondisi barang itu sendiri, kemasan, alat angkut, perjalanan, cuaca, dan lokasi pemuatan serta pembongkaran. “Diperlukan pengetahuan teknis tentang sifat barang dan cara pengemasannya, serta rute perjalanan agar pengelolaan risiko pengiriman barang dapat dilakukan dengan baik,” ujarnya.
Advokat Senior dari Kantor Hukum Nugraha Budi menambahkan bahwa aspek hukum dalam pengiriman barang juga sangat penting. Ia mengingatkan agar pihak-pihak yang bertanggung jawab, termasuk pengangkut dan penguasa pelabuhan, segera dihubungi untuk mengajukan klaim jika terjadi kerugian. “Sampaikan pemberitahuan tertulis kepada pihak bertanggung jawab dalam waktu maksimal tiga hari setelah kejadian,” tegas Budi.
Namun, ada sejumlah tantangan dalam pengajuan klaim asuransi pengangkutan laut. Budi menjelaskan bahwa keterlambatan dalam membayar premi, melaporkan klaim, dan mengajukan dokumen klaim dapat menghambat proses tersebut.
PT Asuransi Tokio Marine Indonesia (TMI), salah satu pemimpin pasar dalam asuransi pengangkutan, menawarkan solusi untuk mengatasi tantangan ini. TMI memiliki lebih dari 250 claim settling agent yang siap membantu penyelesaian klaim di seluruh dunia, memastikan proses yang cepat dan efisien bagi klien. “Jaringan global kami memungkinkan kami menangani klaim secara efisien, di mana pun klaim terjadi,” kata Aminta Ginting, Department Head Claim TMI.
Cahyo Adi, Direktur Kepatuhan, Risiko, dan HRGA TMI, juga menekankan pentingnya pemahaman bersama dalam manajemen risiko dan proses klaim. “Kami ingin memastikan bahwa klien dan mitra kami dapat mengelola risiko dengan efektif dan memanfaatkan layanan asuransi pengangkutan kami secara maksimal,” tambahnya.
Dengan pemahaman dan strategi mitigasi yang tepat, pelaku bisnis pengangkutan laut di Indonesia dapat menghadapi tantangan dengan lebih baik dan memastikan kelancaran operasional distribusi barang.
































