Bapanas Salurkan Beras Fortifikasi untuk 960 Keluarga di Kabupaten Bandung, Perkuat Pencegahan Stunting

Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus memperkuat intervensi pemerintah dalam penanganan kerawanan pangan dan gizi melalui Program Bantuan Pangan Terfortifikasi dan Biofortifikasi Tahun 2026. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat rentan rawan pangan dan gizi, khususnya keluarga berisiko stunting, melalui penyediaan beras fortifikasi, yaitu beras yang diperkaya vitamin dan mineral.

Kabupaten Bandung menjadi salah satu wilayah pelaksanaan program berdasarkan hasil wilayah prioritas yang menggabungkan jumlah keluarga berisiko stunting (KRS) dan prevalensi stunting. Melalui pendekatan tersebut, pemerintah memastikan bantuan diberikan secara lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang paling membutuhkan.

Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Bapanas Sri Nuryanti mengatakan, bantuan pangan beras fortifikasi merupakan salah satu bentuk penguatan intervensi pemerintah yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga peningkatan kualitas konsumsi melalui pemenuhan zat gizi mikro bagi keluarga sasaran.

“Sebanyak 960 kepala keluarga akan menerima bantuan masing-masing 15 kilogram beras yang telah diperkaya vitamin B1, vitamin B9, vitamin B12, zat besi, dan seng sesuai Standar Nasional Indonesia Nomor 9372 Tahun 2025. Tujuannya untuk memperbaiki kualitas konsumsi dan gizi masyarakat,” ujar Sri pada Kamis (30/7/2026).

“Pemberian bantuan beras fortifikasi ini juga sebagai kendaraan intervensi sensitif atas perbaikan status gizi masyarakat yang berisiko stunting, sehingga dapat mencegah lahirnya balita stunting baru” lanjutnya.

Pada tahun 2026, bantuan disalurkan kepada 960 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di sembilan desa pada tiga kecamatan di Kabupaten Bandung. Bantuan diberikan dalam tiga tahap penyaluran, sehingga keluarga penerima memperoleh total 45 kilogram beras fortifikasi selama pelaksanaan program.

Menurut Sri, beras dipilih sebagai media fortifikasi karena merupakan pangan pokok yang dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Melalui pengayaan vitamin dan mineral pada beras, peningkatan asupan zat gizi mikro diharapkan dapat dilakukan tanpa mengubah pola konsumsi masyarakat sehingga manfaat intervensi dapat dirasakan secara lebih optimal.

Selain memastikan bantuan tepat sasaran, Bapanas juga mengedukasi masyarakat mengenai pemahaman apa itu beras fortifikasi, manfaatnya,serta cara mengolah beras fortifikasi agar kandungan vitamin dan mineral tetap terjaga. Masyarakat diimbau memanfaatkan bantuan untuk konsumsi keluarga sendiri dan memasak beras sesuai petunjuk agar manfaat fortifikasi dapat diperoleh secara maksimal.

“Kami berharap seluruh bantuan ini dimanfaatkan untuk konsumsi keluarganya sendiri. Beras fortifikasi ini sebaiknya dimasak menggunakan rice cooker agar vitamin B1, B9, dan B12 tetap terjaga dan dapat dikonsumsi seluruh anggota keluarga,” kata Sri.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi IV DPR RI Dadang M. Naser mengapresiasi langkah Bapanas dalam menghadirkan bantuan pangan yang tidak hanya meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan, tetapi juga mendukung upaya perbaikan kualitas gizi keluarga. Menurutnya, pengawasan seluruh proses penyaluran perlu terus diperkuat agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak sekaligus memberikan manfaat yang optimal.

“Kami mengapresiasi kinerja Bapanas yang terus memberikan bantuan sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. Beras yang disalurkan merupakan beras khusus yang sudah diperkaya vitamin sehingga cara memasaknya juga harus disosialisasikan dengan baik agar manfaat gizinya dapat diserap secara optimal,” ujar Dadang.

Program Bantuan Pangan Beras Fortifikasi merupakan salah satu upaya Bapanas dalam memperkuat intervensi penanganan kerawanan pangan dan gizi melalui peningkatan kualitas konsumsi masyarakat. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, dan berbagai pemangku kepentingan, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga penerima sekaligus mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat secara berkelanjutan.

Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img