PT Vale Indonesia Jadi Pilar Ekonomi Berkelanjutan Sulawesi Selatan di Usia 355 Tahun

Dalam rangka memperingati 355 tahun Sulawesi Selatan, PT Vale Indonesia menegaskan komitmennya dalam membangun ekonomi daerah melalui sektor pertambangan nikel. Dengan telah beroperasi di Sorowako selama puluhan tahun, perusahaan ini berkontribusi hampir setengah dari total ekspor nikel provinsi tersebut.

Febriany Eddy, Presiden Direktur PT Vale Indonesia, menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan swasta adalah kunci keberhasilan pertumbuhan ekonomi saat ini. “Kami bangga dapat berkontribusi terhadap pembangunan Sulawesi Selatan. Pertumbuhan ekonomi yang kita saksikan adalah hasil dari upaya bersama,” ujarnya.

- Advertisement -

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah merancang kebijakan proaktif yang mendukung pertumbuhan ekonomi dengan prinsip keberlanjutan. PT Vale tidak hanya mematuhi standar lingkungan, tetapi juga berkomitmen untuk melampaui ekspektasi dengan menerapkan prinsip-prinsip ESG (Environmental, Social, Governance) dalam operasionalnya. “Kami percaya bahwa pertumbuhan ekonomi yang baik adalah pertumbuhan yang juga memperhatikan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” tambah Febriany.

Selain kontribusi ekonomi, PT Vale berperan aktif dalam menciptakan lapangan kerja dan memberdayakan masyarakat melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM), yang mencakup sektor pertanian, peternakan, dan kewirausahaan. Perusahaan ini juga berkolaborasi dengan pemerintah dalam pengembangan desa kreatif.

- Advertisement -

Di bidang lingkungan, PT Vale menargetkan reklamasi dan rehabilitasi lahan lebih dari 10.000 hektar pada tahun 2024 untuk mengembalikan kondisi lahan bekas tambang. “Kami berusaha untuk tidak hanya memperbaiki dampak operasi kami, tetapi juga memulihkan lingkungan untuk generasi mendatang,” jelas Febriany. Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Zudan Arif Fakrulloh, mengapresiasi komitmen PT Vale dalam menjaga lingkungan, terutama Danau Matano.

PT Vale juga berperan penting dalam mendukung hilirisasi pemerintah dengan rencana pembangunan smelter HPAL di Sorowako senilai US$2 miliar yang akan mulai beroperasi pada 2027. Proyek ini mendukung visi Indonesia sebagai pusat industri baterai kendaraan listrik, sekaligus memastikan Sulawesi Selatan tetap berada di garis depan perkembangan teknologi dan industri berkelanjutan.

“Keberhasilan yang diraih PT Vale bukan milik sendiri. Ini adalah hasil dari kerja sama yang erat dengan pemerintah dan masyarakat lokal,” pungkas Febriany. Dengan sinergi yang terjalin antara PT Vale, pemerintah, dan masyarakat, Sulawesi Selatan menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan adalah mungkin, menciptakan masa depan yang lebih cerah untuk generasi mendatang.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img