InfoEkonomi.ID – Presiden terpilih Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk merealisasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai Januari 2025. Program ini ditujukan untuk anak-anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui, dengan harapan dapat meningkatkan kesehatan gizi mereka sekaligus mendongkrak perekonomian Indonesia.
Melansir cnbcindonesia.com, Rabu (9/10), Prabowo telah membentuk Badan Gizi Nasional untuk mengimplementasikan program ini, yang telah melalui uji coba selama sembilan bulan. Program MBG akan menyediakan makanan bergizi kepada penerima di 30.000 lokasi di seluruh Indonesia, dengan total anggaran mencapai Rp 400 triliun dan menciptakan 1,5 juta lapangan kerja baru.
Menurut Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, pola distribusi makanan akan berbeda berdasarkan tingkat pendidikan. Anak-anak PAUD hingga SD kelas 2 akan menerima makanan pada pukul 08.00, sedangkan anak SD kelas 3-6 dan SMP-SMA akan menerima makanan pada waktu yang berbeda. Setiap porsi makanan bergizi, yang dianggarkan sebesar Rp 15.000 per anak, mencakup lauk seperti ayam, telur, nasi, sayur, dan susu.
Dadan juga menjelaskan bahwa satuan layanan MBG tidak sekadar berfungsi sebagai dapur umum, tetapi juga bertindak sebagai penyerap produk pertanian lokal. Dengan cara ini, program ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi hingga 8% di bawah kepemimpinan Prabowo.
Sumber pendanaan untuk program ini berasal dari optimalisasi penerimaan pajak, di mana Hashim Djojohadikusumo, anggota Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional, mengungkapkan potensi tambahan anggaran Rp 50 triliun per tahun dari pajak yang tidak dibayar oleh lebih dari 300 perusahaan sawit.
Prabowo menekankan bahwa program MBG adalah langkah penting untuk mengatasi masalah stunting di Indonesia, yang mencapai 30% pada tahun 2006. Dengan berbagai upaya ini, Prabowo berharap anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat dan berdaya saing di masa depan.































