Pertamina NRE Jalin Kerja Sama untuk Energi Terbarukan

Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) terus memperkuat komitmennya dalam pengembangan energi baru terbarukan dengan menandatangani kerja sama strategis dengan PT Pertamina International Shipping (PIS). Penandatanganan ini dilakukan oleh CEO Pertamina NRE John Anis dan CEO PIS Yoki Firnandi di Grha Pertamina pada Senin, 14 Oktober 2024.

Kerja sama ini bertujuan untuk mengembangkan bisnis transportasi berbasis energi terbarukan, khususnya dalam pengangkutan hidrogen hijau dan bahan bakar berkelanjutan lainnya. John Anis menjelaskan bahwa posisi geografis Indonesia yang strategis di jalur pelayaran internasional memberikan peluang besar untuk mengembangkan bisnis bahan bakar berkelanjutan.

- Advertisement -

“Posisi Indonesia dalam jalur pelayaran internasional akan memberikan peluang besar untuk mengembangkan bisnis bahan bakar berkelanjutan dalam sektor maritim global,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Senin (21/10).

Proyeksi dari Bloomberg New Energy Finance (BNEF) menunjukkan bahwa permintaan hidrogen hijau diperkirakan akan melonjak drastis, dengan sektor pelayaran diperkirakan akan mengonsumsi sekitar enam juta ton hidrogen hijau setiap tahun pada 2028. Selain itu, studi kelayakan oleh Pertamina NRE menunjukkan bahwa biaya transportasi hidrogen, baik dalam bentuk amonia maupun metanol, berkontribusi signifikan terhadap landed cost of hydrogen (LCOH) di pasar sasaran. Kolaborasi ini diharapkan dapat mengurangi biaya transportasi dan menciptakan efisiensi.

- Advertisement -

CEO PIS Yoki Firnandi menyatakan kesiapan perusahaannya untuk mendukung pengembangan energi baru terbarukan dan memperluas portofolio bisnis di masa mendatang. “Kolaborasi sesama Pertamina Group sangat diperlukan, sehingga semua potensi dan opportunity bisnis ini bisa kita garap tanpa mengurangi competitiveness tentunya,” ujar Yoki. Ia juga menambahkan bahwa PIS siap mendukung kebutuhan angkutan untuk distribusi, terminal, dan pelabuhan yang terkait dengan sektor logistik dan transportasi laut.

Yoki melanjutkan bahwa proyek Jakarta Integrated Green Terminal juga sedang digarap, yang dapat dioptimalkan untuk fasilitas penampungan karbon, LNG, dan kebutuhan lainnya seperti bioetanol, amonia, dan hidrogen.

Kemitraan ini diharapkan dapat memperkuat langkah Pertamina dalam memperluas portofolio energi hijau serta mendukung transisi energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan di sektor maritim. Pertamina NRE berkomitmen untuk mengusung inisiatif energi bersih sebagai bagian dari implementasi aspek environment, social and governance (ESG) guna mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan mencapai aspirasi net zero emission (NZE).

Dengan kolaborasi ini, Pertamina NRE dan PIS menunjukkan langkah nyata dalam mendukung perkembangan energi terbarukan, menciptakan efisiensi, dan memanfaatkan potensi besar Indonesia dalam sektor maritim.

- Advertisement -

 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img