Hashim Ungkap Pengemplang Pajak di Sektor Perkebunan Sawit

InfoEkonomi.ID – Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa banyak pengusaha lokal, terutama di sektor perkebunan sawit, menjadi pengemplang pajak dengan total utang pajak mencapai Rp 300 triliun. Data ini diperoleh dari kakaknya, Presiden Terpilih Prabowo Subianto, dan telah diverifikasi oleh beberapa kementerian terkait.

“Dari hasil verifikasi, ternyata pengusaha tersebut telah diingatkan oleh pemerintah, namun sampai sekarang masih belum membayar pajaknya,” kata Hashim di Menara Kadin, dikutip katadata.com, Senin (7/10). Menurutnya, pemerintahan selanjutnya akan tegas dalam menutup kebocoran pendapatan pajak, yang diperkirakan dapat memberikan tambahan pendapatan negara hingga Rp 50 triliun per tahun.

- Advertisement -

Hashim menjelaskan bahwa tambahan pendapatan tersebut setara dengan program Makan Bergizi Gratis untuk sembilan juta jiwa, yang terdiri dari sarapan dan makan siang gratis untuk anak-anak. Ia menargetkan rasio pendapatan pajak pemerintahan selanjutnya akan dinaikkan dari 10,31% menjadi 23% dari perekonomian nasional, namun tanpa menaikkan pajak bagi masyarakat.

Rencana tersebut mencakup penurunan Pajak Penghasilan Badan dari 22% menjadi 20%. “Pajak Penghasilan Badan kita harus turun mendekati satu digit dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ungkapnya.

- Advertisement -

Hashim juga memperkirakan nilai perekonomian nasional saat ini mencapai Rp 28.000 triliun, lebih tinggi dibandingkan data Produk Domestik Bruto tahun lalu yang mencapai Rp 20.892 triliun. Ia menilai perbedaan ini disebabkan oleh maraknya kegiatan ekonomi abu-abu yang berkontribusi hampir 35% dari total perekonomian.

Dengan langkah-langkah ini, Hashim optimis bahwa penerimaan negara akan terus tumbuh dengan menutup celah penyelewengan pajak melalui penanganan grey economy, tanpa perlu menaikkan tarif pajak.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img