InfoEkonomi.ID – Pemindaian wajah bakal menjadi opsi registrasi kartu SIM di masa depan. XL Axiata telah melakukan uji coba registrasi kartu SIM menggunakan teknologi biometrik, di mana pelanggan cukup memindai wajah mereka dan mencocokkannya dengan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
Menurut Chief Corporate Affairs XL Axiata, Marwan O. Baasir, uji coba ini masih sebatas pencocokan data dengan wajah pelanggan, tanpa menyimpan informasi. “Jadi, pelanggan datang ke gerai, memberikan KTP, namun wajah mereka yang dipindai, bukan KTP-nya yang diinput,” jelas Marwan pada Jumat (27/9) dikutip dari cnbcindonesia.com.
Proses pencocokan data saat ini hanya untuk verifikasi, di mana wajah pelanggan akan dikirim ke Dukcapil untuk validasi dan tidak disimpan oleh operator. “Apakah nanti data wajah akan disimpan? Itu tergantung aturan yang berlaku. Kami hanya mengikuti regulasi,” tambahnya.
Registrasi biometrik ini direncanakan untuk pelanggan baru, terutama bagi mereka yang mengganti nomor atau membeli nomor seluler baru. Hal ini karena jumlah pelanggan lama sudah mencapai ratusan juta, sehingga fokus diarahkan pada pengguna baru.
Saat uji coba, proses registrasi biometrik dapat selesai dalam waktu kurang dari 30 detik, setara dengan registrasi melalui SMS. Meskipun teknologi ini masih dalam tahap proof of concept (POC), langkah selanjutnya adalah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebelum penerapan secara efektif.
“Sosialisasi menjadi tantangan terbesar. Setelah POC, perlu ada aturan dan waktu untuk sosialisasi sebelum benar-benar efektif,” ujar Marwan.

































