InfoEkonomi.ID – Mayoritas rekening di perbankan Indonesia didominasi oleh simpanan dengan saldo di bawah Rp100 juta, yang mencapai 98,8% dari total rekening yang tercatat hingga Juli 2024. Berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), jumlah rekening ini mencapai 580,01 juta, namun rata-rata tabungan pada kelompok tersebut justru menurun, mencerminkan fenomena “makan tabungan” akibat daya beli yang semakin tertekan.
Total saldo simpanan dari rekening dengan saldo di bawah Rp100 juta hanya bertambah 0,4% secara tahunan, berbeda dengan kelompok simpanan besar di atas Rp5 miliar yang terus meningkat baik dalam jumlah rekening maupun saldo, yang tumbuh hingga 10,4%.
Fenomena ini turut diakui oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang mencatat tren penurunan saldo tabungan di segmen menengah ke bawah, dengan banyak nasabah berada dalam mode bertahan hidup akibat kondisi ekonomi yang melemah, termasuk pengurangan lapangan kerja. Kondisi ini juga diperparah dengan tren deflasi yang berlangsung selama empat bulan beruntun pada 2024, yang menunjukkan adanya penurunan daya beli masyarakat.
Baca juga: Ditjen Pajak: Kontribusi Pajak Kelas Menengah Hanya 1 Persen
Selain itu, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) turut memperingatkan penurunan daya beli, dan meminta pemerintah untuk mempertimbangkan ulang rencana kenaikan tarif PPN menjadi 12% pada 2025, karena dapat semakin membebani masyarakat yang daya belinya sudah tertekan.




























