InfoEkonomi.ID – PT Bank Tabungan Negara (BTN) tengah mempertimbangkan untuk menurunkan suku bunga, termasuk untuk Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), setelah Bank Indonesia (BI) resmi menurunkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6%.
Corporate Secretary BTN, Ramon Armando, menyatakan bahwa pelonggaran kebijakan moneter BI adalah langkah positif yang dapat mendorong fungsi intermediasi perbankan, terutama bagi BTN yang mayoritas kreditnya berasal dari sektor perumahan. Namun, Ramon menegaskan bahwa dampak penurunan suku bunga acuan ini memerlukan waktu untuk diteruskan ke pasar, tergantung pada kondisi likuiditas masing-masing bank.
Lebih lanjut, Ramon menjelaskan bahwa umumnya perbankan akan menyesuaikan suku bunga kredit ketika bunga simpanan di industri menunjukkan penurunan. Penurunan suku bunga acuan oleh BI, diiringi dengan langkah serupa oleh bank sentral Amerika Serikat, The Fed, yang memotong bunga acuannya sebesar 50 basis poin, memberikan harapan baru bagi perbankan untuk menurunkan bunga simpanan mereka.
“BTN berharap era suku bunga rendah sudah dimulai, dan kami akan mempertimbangkan penurunan suku bunga jika waktunya sudah tepat,” ungkap Ramon.
Hingga semester I-2024, penyaluran KPR BTN mencapai Rp272,7 triliun, tumbuh 12,3% year-on-year dibandingkan periode yang sama tahun lalu. BTN memperkirakan pertumbuhan KPR akan tetap berada di kisaran yang tidak jauh berbeda dengan pencapaian tersebut.
Di sisi lain, BTN menetapkan target pertumbuhan kredit di angka 10%-11% hingga akhir tahun, dengan catatan bahwa dampak penurunan suku bunga acuan BI memerlukan waktu untuk berpengaruh di pasar.
































