Gelaran perdana Car Free Day (CFD) di Dharmasraya sukses menciptakan dampak ekonomi yang signifikan. Ribuan warga memadati kawasan Jalan Lintas Sumatera KM 1–2 Pulau Punjung sejak pagi hari, sementara transaksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melonjak tajam.
Momentum ini mendapat perhatian serius dari Bank Nagari yang menilai CFD sebagai penggerak baru ekonomi kerakyatan berbasis komunitas.
Sejak sebelum pukul 06.00 WIB, masyarakat mulai memadati lokasi untuk beragam aktivitas olahraga, mulai dari jalan santai, bersepeda, hingga senam massal. Namun, pusat aktivitas ekonomi terlihat di area bazaar UMKM yang dipadati pengunjung hingga pukul 10.00 WIB.
Lapak pelaku usaha lokal diserbu warga, menciptakan arus transaksi yang berlangsung tanpa henti. Tingginya antusiasme masyarakat mencerminkan kuatnya daya beli dalam ruang publik yang dikemas secara produktif.
Kepala Cabang Bank Nagari Pulau Punjung, Rusdi, menyebut fenomena ini sebagai indikator bangkitnya ekonomi mikro berbasis komunitas.
“Perputaran uang di sektor UMKM pada kegiatan ini meningkat signifikan. Ini bukan sekadar kegiatan olahraga, tapi sudah menjadi ruang ekonomi baru bagi masyarakat,” tegasnya.
Menurut Rusdi, CFD juga membuka peluang besar dalam mempercepat transformasi transaksi menuju digitalisasi. Bank Nagari siap mengambil peran strategis dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan di masyarakat.
“Kami melihat ini sebagai momentum untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan. Ke depan, transaksi digital harus menjadi tulang punggung, terutama dalam kegiatan dengan intensitas ekonomi tinggi seperti ini,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menegaskan bahwa tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan kebutuhan akan ruang publik yang sehat sekaligus produktif.
“Saat kendaraan berhenti, ekonomi justru bergerak. CFD ini membuktikan bahwa ruang publik bisa menjadi penggerak gaya hidup sehat sekaligus penguat ekonomi UMKM,” katanya.
Keterlibatan masyarakat lintas usia, mulai dari anak-anak hingga lansia, menjadi bukti bahwa konsep CFD diterima luas. Selain berolahraga, warga juga aktif berinteraksi dan berbelanja, menciptakan siklus ekonomi yang dinamis dalam waktu singkat.
Dengan capaian tersebut, CFD Dharmasraya diproyeksikan tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga berpotensi berkembang sebagai pusat ekonomi kreatif berbasis masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah dan Bank Nagari dinilai menjadi kunci untuk menjaga momentum ini tetap tumbuh dan berkelanjutan.
Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News

































