Pemprov Banten Alokasikan Rp50 Miliar untuk Antisipasi Bencana di APBD 2024

InfoEkonomi.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengalokasikan dana Biaya Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp50 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi antisipasi terhadap potensi bencana yang mungkin terjadi di wilayah Banten.

Virgojanti, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Banten, mengungkapkan bahwa anggaran tersebut disiapkan untuk menghadapi berbagai kemungkinan bencana. “Berbagai persiapan sudah kita lakukan, seperti anggaran kita sudah ada BTT di tahun ini sebesar Rp50 miliar, selain itu untuk antisipasi penanganannya juga kita terus lakukan sosialisasi kepada masyarakat,” ujarnya, kemarin (29/8).

- Advertisement -

Selain pengalokasian anggaran, Pemprov Banten juga akan mengadakan rapat kesiapsiagaan di Pandeglang. Rapat ini akan membahas potensi gempa megathrust Selat Sunda dengan magnitudo 8,7, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Pemprov Banten juga telah menjalankan program mitigasi bencana melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, khususnya untuk wilayah Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana.

- Advertisement -

“Kita juga terus mengingatkan masyarakat supaya tidak lengah melalui pelatihan evakuasi,” kata Virgojanti.

Virgojanti mengungkapkan, penggunaan dana BTT tersebut nantinya hanya akan dikeluarkan jika dibutuhkan untuk penanggulangan langsung saat terjadi bencana, dan dipastikan dana tersebut tidak dapat diganggu gugat.

“Untuk antisipasi lainnya saat ini kita juga tengah berkoordinasi lintas sektoral dalam memetakan daerah rawan terkena dampak bencana megathrust, dan memerhatikan rambu-rambu evakuasi,” ujar dia.

Virgojanti juga mengimbau agar masyarakat Banten tidak perlu panik akan kabar potensi gempa yang diakibatkan pelepasan energi di zona megathrust.

- Advertisement -

“Yang pasti harus siap siaga, jangan panik. Karena kita kan enggak tahu potensi ini kapan terjadinya. Jika pun terjadi bencana, kami dari pemerintah sudah menyiapkan BTT, kemudian juga titik-titik evakuasinya dan memperkuat koordinasi dengan BPBD di Kabupaten Kota yang memang terdampak bencana ini,” kata dia.

Sebelumnya, pada akun edukasi di Instagram @gempa.dunia memaparkan data yang didapat dari InaTews BMKG, terdapat potensi gempa dan tsunami 20 meter dari zona megathrust Selat Sunda dan Mentawai Siberut.

Dari kajian tersebut, skenario jika terjadi gempa khususnya pada wilayah Banten yakni pada Kabupaten Pandeglang dengan ancaman fatal, tinggi tsunami mencapai 10-20 meter dengan estimasi kedatangan setelah gempa sekitar 30 menit.

Sedangkan potensi untuk Kota Cilegon yakni level ancaman awas, dengan tinggi tsunami 3-10 meter dan estimasi kedatangan mencapai daratan selama 1.15 jam usai gempa terjadi.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img