Krakatau Steel (KRAS) Laporan Pendapatan Rp22,45 Triliun untuk Tahun 2023

InfoEkonomi.ID – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS), produsen baja terkemuka, mengumumkan laporan keuangan untuk tahun buku 2023. Laporan ini berdasarkan audit oleh KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (RSM Indonesia) dan dinyatakan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, memberikan opini wajar dalam semua hal yang material tentang posisi keuangan konsolidasi per 31 Desember 2023 serta kinerja keuangan dan arus kas yang berakhir pada tanggal tersebut.

Menurut Direktur Utama Krakatau Steel, Purwono Widodo, perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar US$1,45 miliar, yang setara dengan Rp22,45 triliun pada tahun 2023. Biaya usaha mengalami penurunan 6% dibandingkan tahun lalu menjadi US$125,33 juta atau setara Rp1,94 triliun. Selain itu, ada kontribusi positif dari laba entitas asosiasi sebesar US$41,41 juta atau Rp0,64 triliun.

- Advertisement -

Purwono juga mengungkapkan bahwa perusahaan berhasil menurunkan total liabilitas sebesar 10% dari US$2,61 miliar menjadi US$2,35 miliar pada tahun 2023. Penurunan ini disebabkan oleh pembayaran sebagian utang tranche A dan B sebesar US$283,78 juta yang diperoleh dari divestasi anak perusahaan dan optimalisasi lahan.

“Arus kas kami tetap positif dengan saldo akhir tahun 2023 sebesar US$102,7 juta atau Rp1,58 triliun, meningkat 30% dibandingkan tahun sebelumnya,” jelas Purwono.

- Advertisement -

Namun, Krakatau Steel mengalami beban keuangan yang tinggi sebesar US$129,59 juta atau Rp2 triliun serta rugi selisih kurs sebesar US$9,62 juta atau Rp148,48 miliar. Akibatnya, perusahaan mencatatkan rugi bersih sebesar US$131,65 juta atau Rp2,03 triliun dan laba bruto sebesar US$112,91 juta atau Rp1,74 triliun.

Purwono menjelaskan bahwa kerugian ini sebagian besar disebabkan oleh tidak berfungsinya fasilitas hot strip mill 1 (HSM#1), yang merupakan penghasil utama produk hot rolled coil (HRC) karena kerusakan pada switch house finishing mill. Selain itu, divestasi saham beberapa anak usaha di subholding Krakatau Sarana Infrastruktur untuk membayar utang tranche B juga mempengaruhi kinerja karena anak-anak usaha tersebut tidak lagi dikonsolidasi ke Krakatau Steel Grup pada tahun 2023.

“Perusahaan saat ini berupaya maksimal untuk menjaga kinerja selama proses perbaikan fasilitas HSM#1. Perbaikan diharapkan selesai tahun ini, dan produksi pertama HRC pasca perbaikan dijadwalkan pada Triwulan IV tahun 2024,” tambah Purwono.

Purwono menambahkan bahwa prioritas Krakatau Steel adalah menyelesaikan perbaikan fasilitas HSM#1 sesuai jadwal untuk kembali beroperasi di akhir tahun 2024, serta melanjutkan restrukturisasi utang dengan kreditur dan pemegang saham.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img