InfoEkonomi.ID – PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) mengungkapkan penyebab mengapa segmen pembiayaan kendaraan listrik di Indonesia masih tergolong lemah dan lamban.
Direktur Keuangan WOM Finance Cincin Lisamengatakan hal ini dipengaruhi oleh banyaknya masyarakat yang membeli motor atau mobil listrik dengan pembelian cash. Sehingga, penyaluran pembiayaan masih lambat.
“Stimulus dari pemerintah memang mendongkrak naik penjualan motor listrik. Namun, segmen motor listrik saat ini masih didominasi oleh pembelian cash, sehingga penyaluran pembiayaannya masih cenderung lambat, meskipun tumbuh lebih baik,” ucap Cincin yang dilansir dari Kontan.co.id, Selasa (16/1).
Kendati demikian, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) mencatatkan pembiayaan kendaraan listrik sepanjang 2023 mencapai Rp225 juta. Adapun pembiayaan kendaraan listrik WOM Finance dimulai pada pertengahan tahun 2023.
Cincin menyampaikan kontribusi pembiayaan kendaraan listrik masih relatif rendah dari total pembiayaan perusahaan pada 2023. Dia pun menyebut pembiayaan sektor itu akan terus dikembangkan.
Adapun total pembiayaan perusahaan pada 2023 mencapai lebih dari Rp 5,8 triliun.
Sementara itu, Cincin mengatakan WOM Finance menargetkan pembiayaan kendaraan listrik pada 2024 sebesar Rp 3,7 miliar.
Untuk memenuhi target tersebut, Cincin menyebut pihaknya akan mendorong pengembangan strategi penjualan, pembukaan kerja sama dengan brand motor listrik, optimalisasi operasional, dan efisiensi sistem yang akan diterapkan perusahaan pada tahun ini.
































