InfoEkonomi.ID – PT Mandiri Utama Finance (MUF) berhasil mencatatkan penyaluran pembiayaan kendaraan roda dua sebesar Rp4,1 triliun di sepanjang 2023, menunjukkan peningkatan sebesar 6,6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Direktur Utama MUF, Stanley Setia, menyatakan bahwa pertumbuhan ini merupakan hasil dari ekspansi pasar kendaraan bermotor dan perluasan cakupan pemasaran serta layanan MUF.
“Secara umum pembiayaan kendaraan yang disalurkan MUF masih terus tumbuh dari tahun ke tahun, seiring dengan pertumbuhan pasar kendaraan bermotor dan juga perluasan jangkauan pemasaran dan pelayanan MUF,” kata Stanley yang dilansir dari Kontan.co.id, Jumat (26/1).
Stanley menambahkan bahwa penyaluran pembiayaan kendaraan roda dua pada tahun 2023 menyumbang sekitar 20% dari total pembiayaan yang diberikan. Dengan optimisme yang tinggi, Stanley menyatakan harapannya untuk melanjutkan pertumbuhan pada tahun 2024 dengan target kenaikan penyaluran pembiayaan kendaraan roda dua sebesar 15% dari tahun sebelumnya.
Untuk mencapai target tersebut, MUF akan terus memperkuat kerja sama yang sudah terjalin baik dengan berbagai dealer dan showroom mitra. Kerja sama yang terjalin erat dengan pasar captive juga menjadi salah satu strategi yang diandalkan untuk mendukung peningkatan penyaluran pembiayaan bermotor roda dua.
Stanley tak memungkiri ada tantangan pembiayaan kendaraan roda dua pada tahun ini. Salah satunya masih akan berkutat pada kualitas piutang pembiayaan. Oleh karena itu, sangat penting memastikan penyaluran pembiayaan dilakukan dengan tepat sejak proses akuisisi.
Sementara itu, PT Mandiri Utama Finance (MUF) memproyeksikan pembiayaan mobil akan menopang pertumbuhan pembiayaan di tahun 2024.
Direktur Utama MUF Stanley Setia mengatakan pembiayaan mobil baru maupun bekas, tetap menjadi penyokong pertumbuhan pembiayaan MUF di 2024. Menurutnya di segmen ini akan berkontribusi sebesar 80% dari total penyaluran pembiayaan baru.
“Ya pembiayan mobil diproyeksikan akan mendongkrak di tahun 2024,” jelas Stanley kepada Kontan, Minggu (28/1).
Stanley mengungkapkan terkait dengan rencana bisnis tahun 2024 telah ditetapkan target penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp 25 triliun, tumbuh lebih dari 20% dibandingkan pencapaian tahun 2023. Ia juga menargetkan total aset pembiayaan (all manage) akan tumbuh menjadi Rp 37,5 triliun, naik lebih dari 21%.
“Proyeksi ini lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan dari OJK, yang ada di kisaran 13%-16% di 2024,” ungkapnya.
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, total aset industri pembiayaan pada triwulan I tahun 2024 diproyeksikan akan tumbuh 10%-11%.

































