InfoEkonomi.ID – Menutup 2023 dengan sejumlah kinerja positif, PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatatkan penyaluran pembiayaan baru mencapai Rp8,94 triliun di sepanjang 2023.
Perolehan angka tersebut tumbuh sebesar 14% year on year (YoY) dibandingkan tahun 2022 yang sebesar Rp7,87 triliun.
Presiden Direktur CNAF, Ristiawan Suherman menyampaikan pencapaian ini didukung oleh sektor pembiayaan kendaraan bekas dan pembiayaan multiguna.
Ristiawan menjelaskan, penyaluran kedua segmen tersebut berkontribusi sebesar 75% dari total penyaluran pembiayaan baru atau meningkat 69% YoY pada periode yang sama tahun sebelumnya.
“Di tahun 2024, CIMB Niaga Finance menargetkan penyaluran pembiayaan baru di angka Rp 10 triliun atau meningkat 15% dari target pembiayaan baru tahun 2023 sebesar Rp 8,5 triliun,” jelasnya yang dilansir dari Kontan.co.id.
Ristiawan bilang, strategi yang akan digagas CIMB Niaga Auto Finance untuk mengejar target pembiayaan tersebut di antaranya, memberikan suku bunga yang bersaing dengan market melalui berbagai macam kanal penjualan (sales channel) yang dimiliki.
Selain itu, lanjut dia, menjaga kualitas portofolio dengan menggunakan scoring untuk memastikan kualitas nasabah yang mempunyai tingkat resiko terkendali serta penggunaan metode Risk Based Pricing.
































