InfoEkonomi.ID – PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) menargetkan pra penjualan atau marketing sales bisa mencapai Rp1,8 triliun hingga akhir 2023. MTLA yakin target tersebut akan segera tercapai, mengingat hingga Oktober 2023, perseroan telah mengantongi marketing sales sebesar Rp 1,3 triliun atau 73% dari target tersebut.
Presiden Direktur Metropolitan Land (MTLA) Anhar Sudrajat mengatakan, perseroan optimistis dapat mengejar target marketing sales tahun ini karena hadirnya insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).
“Dengan adanya PPN DTN ini kami bisa mencapai target Rp 1,8 triliun,” ungkapnya di sela virtual public expose, Senin (13/11/2023).
Direktur Metropolitan Land (MTLA) Olivia Surodjo menambahkan, perseroan menyambut baik kebijakan Pemerintah untuk kembali memberikan insentif PPN DTP. Masyarakat yang sudah siap secara finansial dapat langsung memanfaatkan program ini untuk melakukan pembelian dan tidak menunda-nunda.
“Sehingga diharapkan dapat mengejar target sales hingga akhir tahun,” ucapnya.
Saat ini, lanjut Olivia, perseroan memiliki 21 proyek, diantaranya 19 proyek telah berjalan dan dua proyek lainnya dalam persiapan. Perseroan hingga kuartal III-2023 telah menambah proyek baru diantaranya unit usaha One District at Puri, sebuah area commercial block yang berada di dalam kawasan Metland Cyber Puri.
“Selain itu, MTLA juga telah mengoperasikan unit komersial baru yaitu Hotel Horison Ume Suites & Villas Ubud di Bali pada pertengahan tahun 2023 yang lalu,” tambahnya.
Menurut Olivia, perseroan terus melanjutkan pemasaran proyek residensial seperti Metland Cyber Puri yang memasarkan cluster The Nortbend phase 3, Metland Menteng yang memasarkan Cluster Costaria, Metland Transyogi Cibubur yang memasarkan Cluster Ivory, Metland Cileungsi yang memasarkan tipe Alstonia dan Metland Cibitung yang memasarkan cluster Barcelona Cove.
“Selain itu, Perseroan akan segera meluncurkan proyek residensial terbarunya yaitu Metland Cikarang pada akhir 2023,” jelas Olivia.
Sedangkan soal penyerapan belanja modal atau capital expenditure (capex), Olivia menyebut perseroan telah menggunakan sebesar Rp 360 miliar hingga kuartal III-2023. Sebagian besar capex tersebut digunakan untuk pembebasan lahan, terutama untuk proyek Metland Cikarang.
Meski begitu, ia mengakui angka capex tersebut baru digunakan 50% dari bujet yang dianggarkan untuk tahun ini sebesar Rp700 miliar. Hal ini terjadi karena ada beberapa infrastruktur yang tertahan akibat masalah perizinan.
“Kemungkinan capex 2023 yang belum terlaksana baru akan terlaksana di awal 2024. Sehingga kemungkinan di tahun ini capex tahun ini hanya mencapai Rp 500-550 miliar dari bujet awal Rp 700 miliar,” tutupnya, dilansir dari Investor.id

































