InfoEkonomi.ID – PT Bank BCA Syariah berhasil mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2023. Tercatat, anak usaha milik BCA ini berhasil meraup laba bersih sebesar Rp118,8 miliar hingga kuartal III 2023. Angka ini melonjak 56,8% secara year-on-year (yoy).
Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan setelah bagi hasil sebesar 15,5% secara year on year (yoy) menjadi Rp502,9 miliar, dibandingkan periode yang sama seperti tahun lalu yang hanya meraup Rp434,8 miliar.
Di sisi lain, pendapatan berbasis fee dan komisi bank ini juga meningkat dari Rp 22,6 miliar menjadi Rp 28,6 miliar.
Selain didorong kenaikan pendapatan, performa bottom line BCA Syariah juga didukung penurunan biaya provisi. Beban kerugian penurunan nilai aset turun signifikan dari Rp 198,6 miliar menjaid Rp 50,9 miliar.
Pembiayaan BCA Syariah telah mencapai Rp7,8 triliun per September 2023, meningkat 6,1% secara tahunan. Penghimpunan dana pihka ketiga (DPK) bank ini mencapai Rp10 triliun, tumbuh 21% yoy.
Sementara total asetnya sudah mencapai Rp 13,3 triliun per september, meningkat 17,9% dari periode yang sama tahun lalu.
Kualitas aset BCA syariah masih terjaga baik meski rasio non performing finance (NPF) sedikit naik menjadi 1,91% dari level 1,44% pada September 2022. Net operation margin bank ini meningkat dari 1,2% menjadi 1,83%.
Manajemen BCA Syariah tetap optimis penyaluran pembiayaan sampai akhir tahun akan tumbuh sekitar 10%-12%. Adapun sektor yang dinilai masih prospektif untuk memacu pembiayaan berasal dari industri pengolahan, perdagangan, serta pertanian dan perkebunan.
Adapun laba bersih diharapkan bank ini bisa tumbuh dikisaran 20%-30% tahun ini. Target tersebut tak sulit untuk direalisasikan mengingat hingga kuartal III sudah tumbuh 56,8% secara tahunan, dilansir sari Kontan.co.id
































