InfoEkonomi.ID – PT Chandra Sakti Utama Leasing (CSUL Finance) membukukan tren pembiayaan alat berat mancapai Rp1,26 triliun hingga bulan Agustus 2023.
Adapun perusahaan menargetkan penyaluran pembiayaan alat berat pada tahun ini, bisa mencapai Rp1,35 triliun sampai dengan Rp1,4 triliun.
Angka tersebut membuat portofolio pembiayaan alat berat berkontribusi pada perusahaan berkisar 30% dari total pembiayaan sepanjang tahun 2023.
Direktur Utama CSUL Finance Suwandi Wiratno mengatakan bahwa pencapaian pembiayaan alat berat sepanjang tahun 2023 tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, beberapa di antaranya adalah faktor harga batu bara di dunia, faktor kebijakan regulasi HBA atau Harga Batubara Acuan, dan fee royalty.
“Juga penundaan rencana pembelian unit baru melihat masuknya tahun politik 2024,” ujar Suwandi pada Kontan, Jumat (15/9).
“Karena tren Kuartal IV rencana investasi biasanya turun,” tambah Suwandi.
Di sisi lain, berkaitan dengan alat berat bertenaga listrik yang mulai diperkenalkan di Indonesia saat ini, Suwandi mengatakan bahwa hal tersebut merupakan kabar baik bagi pengguna alat berat. Karena, menjadi salah satu upaya mendukung program pemerintah dalam ramah lingkungan.
Kendati demikian, masih terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh perusahaan pembiayaan ketika mencoba untuk mendanai alat berat bertenaga listrik. Di antaranya adalah ketangguhan alat berat listrik, after sales, warranty, harga investasi, harga resale value alat berat listrik.
“Sehingga untuk penambahan pembiayaan, belum bisa dibilang dapat dirasakan langsung signifikan datang dari alat berat listrik,” pungkas Suwandi, dilansir dari Kontan.co.id
































