InfoEkonomi.ID – Mandiri Utama Finance (MUF) berhasil menyalurkan pembiayaan baru yang mencapai Rp17,9 triliun sepanjang tahun 2022, naik sebesar 54% secara year-on-year (YoY).
Kinerja apik ini terus berlanjut, terlihat dari kinerja kuartal I 2023 yang mampu ditutup manis dengan dengan nilai pembiayaan baru sebesar Rp5,23 triliun, meningkat 40,9% YoY.
MUF juga gencar menyediakan pembiayaan kendaraan listrik, baik battery electric vehicle (BEV) maupun hybrid electric vehicle (HEV) untuk mendukung implementasi environment, social and good governance (ESG) dan program pemerintah.
Dalam 3 tahun terakhir, penyaluran pembiayaan ramah lingkungan tersebut telah mencapai 580 unit atau senilai Rp130 miliar. Hal ini menjadi landasan kuat bagi MUF untuk memenangkan persaingan bisnis pada tahun 2023.
Peningkatan penyaluran pembiayaan ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan MUF dalam memenuhi kebutuhan pelanggan, tetapi juga menunjukkan kepercayaan yang tinggi dari pasar terhadap integritas dan kualitas yang sudah dibangun MUF selama 8 tahun berdiri.
Sampai dengan Juni 2023, kinerja membanggakan tetap dapat dipertahankan MUF, terlihat dari realisasi nilai pembiayaan hingga Rp10,1 triliun, yang berujung pada saldo piutang pembiayaan (managed) periode yang sama sebesar Rp28,2 triliun. Tingkat pengembalian ekuitas atau return on equity (ROE) juga mencatat nilai tertinggi sepanjang sejarah perusahaan berdiri, yakni mencapai 47,9%.
Keberhasilan ini ditopang oleh instrumen-instrumen seperti produk terlengkap di pasar pembiayaan otomotif baik Konvensional maupun Syariah, jaringan distribusi yang luas, serta inisiatif digitalisasi MUF berupa MUF Online Auto Show (MOAS) dan MUF Online Assistant (MONA) yang telah dilaksanakan secara konsisten sejak tahun 2020 dan terus berkembang hingga saat ini.
Direktur Utama Mandiri Utama Finance, Stanley Setia Atmadja, menyebut bahwa keberhasilan MUF meraih kinerja positif dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berhubungan.
“Seperti situasi ekonomi Indonesia yang membaik pasca pandemi yang telah memperkuat pertumbuhan bisnis kami, pembukaan jaringan baru MUF yang memperluas jangkauan, serta pengembangan produk baru sebagai upaya mempermudah masyarakat Indonesia yang ingin memiliki kendaraan,” ujar Stanley, seperti dikutip dalam keterangannya, kemarin.
Dalam beberapa tahun terakhir, MUF terus melakukan upaya maksimal untuk memperkuat keunggulan posisinya di pasar pembiayaan Indonesia melalui peningkatan standar pelayanan dan berinovasi mengembangkan produk-produknya seperti pembiayaan kendaraan listrik sebagai komitmen MUF dalam Green Initiative yang terus digaungkan oleh pemerintah Indonesia.
Sepanjang tahun 2022, MUF meluncurkan berbagai program promo atraktif yang menawarkan produk terjangkau untuk pelanggan. Di antaranya adalah program Promo Apresiasi Nakes khusus untuk tenaga kesehatan dan MUF First untuk nasabah MUF.
Pada tahun 2023, MUF meluncurkan program promo tematik, baik untuk pembiayaan Konvensional maupun Syariah, yang memberikan berbagai keuntungan setiap bulannya. Sementara itu untuk electric vehicle, MUF menyediakan promo yang memberikan keuntungan berupa e-voucher untuk pembiayaan mobil dan motor listrik.
Direktur Finance and Business Relationship Mandiri Utama Finance, Rully Setiawan menambahkan bahwa MUF sebagai perusahaan multifinance terkemuka memiliki keunggulan pembiayaan multi-produk dan multi-channel, baik pembiayaan konvensional maupun pembiayaan syariah.
“Dalam pembiayaan multi-produk, MUF menawarkan beragam pilihan seperti pembiayaan mobil baru, mobil bekas, motor baru, motor bekas dan fasilitas dana. MUF juga menyediakan pembiayaan multi-channel melalui dealer dan showroom rekanan serta mendapat privilege untuk melayani nasabah Bank Mandiri dengan Mandiri Auto/Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), Bank Syariah Indonesia (BSI OTO) dan dalam waktu dekat dengan Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) yang akan launching di tahun ini. Hal ini menjadi potensi bisnis MUF yang sangat luas untuk menjadi leader market share multifinance yang memiliki izin unit usaha konvensional dan juga izin unit usaha syariah,” ungkap Rully.
































