InfoEkonomi.ID – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) berhasil membukukan adanya pendapatan usaha sebesar Rp2,66 triliun di awal tahun 2023. Mengutip keterbukaan infomasi melalui Bursa Efek Indonesia, ADHI juga membukukan beban pokok pendapatan sebesar Rp2,33 triliun dari sebelumnya Rp3,45 triliun. Sehingga laba kotor yang dihasilkan sebesar Rp333,4 miliar di kuartal I-2023.
Dari pos beban, ADHI mencatatkan beban penjualan sekitar Rp3,4 miliar, beban umum dan administrasi Rp158,7 miliar, sehingga total beban yang dihasilkan sekitar Rp162,2 miliar.
Sementara itu, beban keuangan juga tercatat sebesar Rp175,1 miliar serta beban pajak Rp61,7 miliar. Alhasil, laba tahun berjalan yang dihasilkan ADHI mencapai Rp29,5 miliar. Laba bersih ini naik 19% dari sebelumnya Rp17,2 miliar pada kuartal I-2022.
Sekretaris Perusahaan Farid Budiyanto menjelaskan, laba bersih yang tumbuh 19% ini didorong dari adanya penurunan beban bunga.
“Kinerja keuangan ADHI terutama laba bersih yang naik 19% karena adanya penurunan di beban bunga akibat asanya penurunan liabilitas,” kata dia kepada Kontan.co.id, Rabu (3/5).
Dalam pos liabilitas, Perseroan mencatatkan total liabilitas sebesar Rp 30,3 triliun dari sebelumnya Rp 31,2 triliun di kuartal I-2022. Sementara ekuitas perseroan sebesar Rp8,8 triliun di kuartal I-2023, dilansir dari Kontan.

































