InfoEkonomi.ID – PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham senilai maksimal Rp 4 triliun. Buyback saham yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini, akan dilaksanakan mulai 15 Februari sampai 15 Mei 2023 atau dalam jangka 3 bulan setelah pengumuman pada 14 Februari 2023.
“Jika dana yang dialokasikan untuk buyback saham telah habis dan atau jumlah saham yang akan dibeli kembali telah terpenuhi, maka PT Adaro Energy Indonesia Tbk akan melakukan keterbukaan informasi terkait dengan penghentian pelaksanaan pembelian kembali saham,” papar Sekretaris Perusahaan Adaro Energy Indonesia Mahardika Putranto dalam keterangan untuk BEI, dikutip dari laman Beritasatu.
Dia menjelaskan, buyback saham akan menggunakan dana dari kas internal perseroan. Saat ini perseroan memiliki permodalan dan arus kas yang baik untuk membiayai seluruh kegiatan usaha dan operasional, belanja modal serta pembelian kembali saham.
Adaro Energy berkeyakinan, buyback saham tidak akan memberikan pengaruh negatif terhadap kinerja dan pendapatan ADRO. Sebab, saldo laba dan arus kas perseroan yang tersedia saat ini dinilai sangat cukup untuk kebutuhan dana pelaksanaan aksi korporasi tersebut.
Dengan asumsi penggunaan dana buyback Rp 4 triliun, maka laba per saham atau earning per shares (EPS) Adaro akan menjadi US$ 61,72 per saham setelah buyback. Total aset perseroan akan menjadi US$ 9,76 miliar dan ekuitas menjadi US$ 2,16 miliar.
“Dana buyback sudah termasuk biaya transaksinya dan tidak termasuk biaya untuk komisi pedagang perantara efek dan biaya lain yang berkaitan dengan pembelian kembali saham,” jelas Mahardika Putranto.
Pihaknya juga mengatakan, pembelian kembali saham ADRO akan dilakukan dengan harga yang dianggap baik dan wajar. Aksi korporasi ini akan dilakukan melalui transaksi di BEI melalui pasar reguler. Jika perseroan menggunakan seluruh anggaran yang dicadangkan untuk buyback saham, maka jumlah aset dan ekuitas ADRO akan berkurang sebanyak‐banyaknya Rp 4 triliun.
Dia berharap, pelaksanaan buyback saham ADRO akan memberikan tingkat pengembalian yang baik bagi pemegang saham, serta meningkatkan kepercayaan investor. Sehingga harga saham perseroan dapat mencerminkan kondisi fundamental perseroan yang sebenarnya.

































