Perkuat Industri Maritim, PT PAL Gandeng Prancis, BRIN, dan ITS Bangun Ekosistem Teknologi Pertahanan

PT PAL Indonesia (Persero) membangun ekosistem penguasaan teknologi dengan mempertemukan kebutuhan industri, kekuatan riset, dan talenta engineering. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kapabilitas perusahaan sebagai tulang punggung industri maritim dan pertahanan nasional.

Pengembangan ekosistem tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Site Visit Workshop on Marine and Earth Sciences 2026 di PT PAL Indonesia (Persero). Forum tersebut mempertemukan PT PAL dengan perwakilan Kedutaan Besar Prancis, Centre National de la Recherche Scientifique (CNRS), Naval Group, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Kepala Divisi Kapal Selam PT PAL Indonesia (Persero), Agus Rifa’i, mengatakan kemandirian industri tidak cukup dibangun melalui peningkatan kapasitas produksi. Industri juga membutuhkan penguasaan pengetahuan, teknologi, dan sumber daya manusia.

“BRIN dan CNRS memiliki kekuatan pada riset dan sains, ITS pada akademik dan engineering, sementara PT PAL menjadi platform untuk menerjemahkan hasil riset menjadi aplikasi industri,” ujar Agus.

Menurutnya, pertemuan antara industri, lembaga riset, dan perguruan tinggi membuka peluang pengembangan teknologi yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri. Kolaborasi tersebut juga dapat memperkuat kompetensi sumber daya manusia yang terlibat dalam pengembangan teknologi.

“Kami ingin membangun alur dari pengetahuan menjadi inovasi, inovasi menjadi teknologi, dan teknologi menjadi kapabilitas industri yang berkelanjutan,” kata Agus.

Dari sisi perguruan tinggi, Prof. Ir. I Ketut Aria Pria Utama dari ITS mengatakan pihaknya siap mendukung kebutuhan PT PAL melalui riset dan pengembangan talenta engineering.

“ITS siap mendukung kebutuhan PT PAL, baik melalui riset maupun penyiapan engineer dan talenta masa depan. Kami berharap kolaborasi ini dapat memperkuat kemampuan Indonesia untuk membangun kapal secara semakin mandiri,” kata Ketut.

Kolaborasi tersebut selanjutnya diarahkan pada sejumlah bidang yang relevan dengan kebutuhan industri. Bidang yang dijajaki mencakup teknologi bawah laut, material, digital engineering, artificial intelligence (AI), sistem otonom, energi, baterai, serta pengembangan talenta unggul.

Riset deep ocean technology, geoteknologi, dan geomateknologi juga menjadi bagian dari cakupan kolaborasi. Pengembangan bidang-bidang tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antara riset, inovasi, dan kebutuhan industri.

Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img