Dalam Peringatan 80 tahun Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengapresiasi kinerja jajaran pegawai yang dinilai telah menunjukkan kemampuan dalam menindak berbagai upaya penyelundupan dan pemasukan maupun pengeluaran barang yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Salah satu capaian yang disoroti adalah penindakan terhadap lebih dari 1,1 miliar batang rokok ilegal. Capaian tersebut dinilai sebagai modal penting bagi Bea Cukai, sekaligus menunjukkan besarnya tantangan pengawasan yang masih harus dihadapi.
Capaian tersebut diharapkan tidak menjadikan alasan bagi pegawai untuk berpuas diri. Dengan menggunakan ilustrasi potensi produksi ilegal, Menkeu mendorong DJBC untuk terus mencari dan menindak pelanggaran yang masih terjadi.
“Anda kerja dengan benar, dapat 1 miliar (batang rokok ilegal), kami apresiasi, tapi di luar sana berlipat-lipat. Ayo kita jadikan sebagai motivasi,” tandas Menkeu.
Selain rokok ilegal, penindakan terhadap emas juga menjadi perhatian. DJBC telah menggagalkan upaya penyelundupan emas ilegal lebih dari 300 kilogram emas.
Untuk memperkuat pengawasan, Menkeu meminta DJBC mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki, mulai dari SDM dan kompetensi hingga teknologi, peralatan, dan proses bisnis. Kementerian Keuangan telah mendorong penguatan pengawasan, termasuk dengan meningkatkan kehadiran kapal patroli di wilayah laut Indonesia.
“Seluruh staf kita yang ada di lapangan harus memiliki kemampuan, kompetensi, teknologi, peralatan, dan proses bisnis yang baik sehingga bisa menjalankan tugas. Ini adalah tugas kita bersama,” pungkas Menkeu.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































