PT Railink (KAI Bandara) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi transportasi publik melalui program Edutrain. Hingga Juni 2026, program edukasi tersebut telah menjangkau 96.389 peserta yang berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat umum di berbagai wilayah operasional perusahaan.
Program Edutrain menjadi salah satu inisiatif KAI Bandara dalam memperkenalkan dunia perkeretaapian sekaligus menanamkan budaya keselamatan perjalanan kepada masyarakat sejak dini. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak mengenal lebih dekat layanan kereta bandara, operasional perkeretaapian, hingga pentingnya menggunakan transportasi publik yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan.
Berdasarkan data perusahaan, wilayah Yogyakarta mencatat jumlah peserta terbanyak dengan 61.852 orang, sementara wilayah Medan berhasil menjangkau 34.537 peserta sepanjang pelaksanaan program pada tahun ini.
Direktur Utama KAI Bandara, Porwanto Handry Nugroho, mengatakan bahwa Edutrain merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keselamatan perjalanan serta pemanfaatan transportasi publik yang berkelanjutan.
“Program Edutrain tidak hanya menjadi sarana edukasi mengenai transportasi perkeretaapian, tetapi juga menjadi upaya kami dalam menanamkan budaya keselamatan, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap transportasi publik kepada generasi muda. Kami bersyukur sepanjang tahun 2026 program ini mendapat antusiasme yang sangat baik dari masyarakat di Medan maupun Yogyakarta,” ujar Porwanto.
Melalui program tersebut, peserta memperoleh pengalaman langsung mengenal operasional kereta api, fasilitas stasiun, prosedur keselamatan perjalanan, hingga peran transportasi berbasis rel dalam mendukung mobilitas masyarakat serta pembangunan yang berkelanjutan.
Menurut Porwanto, edukasi menjadi investasi jangka panjang dalam membangun ekosistem transportasi nasional yang semakin modern, aman, dan berorientasi pada pelayanan.
“Kami percaya bahwa edukasi merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan ekosistem transportasi yang lebih baik. Melalui Edutrain, kami berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya keselamatan perjalanan dan menjadikan kereta api sebagai pilihan transportasi yang aman, nyaman, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Ke depan, KAI Bandara akan terus memperluas jangkauan program Edutrain melalui kolaborasi dengan sekolah, perguruan tinggi, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dunia perkeretaapian sekaligus memperkuat budaya penggunaan transportasi publik.
Selain mengembangkan program edukasi, KAI Bandara juga mengingatkan seluruh pelanggan agar selalu menjaga barang bawaan selama perjalanan. Perusahaan telah menyediakan layanan lost and found untuk membantu penumpang apabila terdapat barang yang tertinggal atau ditemukan oleh petugas.
KAI Bandara juga mengimbau calon penumpang untuk datang lebih awal ke bandara guna memastikan proses perjalanan berlangsung lancar, yakni tiga jam sebelum keberangkatan internasional dan dua jam sebelum keberangkatan domestik. Melalui pelayanan yang terus ditingkatkan, perusahaan berharap pengalaman perjalanan pelanggan menjadi semakin aman, nyaman, dan efisien.
Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News
































