Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus memperkuat sinergi dalam mendukung pengembangan peternakan sapi perah nasional melalui penyediaan lahan yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Penyediaan Lahan untuk Pengembangan Sapi Perah yang dipimpin Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan di Kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Direktur Pakan Kementan, Tri Melasari, mengatakan produksi susu segar nasional saat ini baru mampu memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan dalam negeri. Sementara sekitar 80 persen kebutuhan masih dipenuhi melalui impor dalam bentuk setara susu bubuk.
“Situasi ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat industri persusuan nasional melalui peningkatan populasi dan produktivitas sapi perah di dalam negeri,” ujar Tri.
Menurutnya, ketersediaan lahan menjadi prasyarat utama dalam pengembangan usaha peternakan sapi perah. Karena itu, sinergi antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Kehutanan menjadi langkah strategis untuk mempercepat penyediaan lahan yang mendukung pengembangan kawasan peternakan secara berkelanjutan.
Kementerian Kehutanan bersama PT Ultrajaya, Perhutani, dan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan akan segera melaksanakan survei lapangan untuk melakukan pendetailan lokasi-lokasi yang berpotensi dikembangkan sebagai kawasan peternakan sapi perah.
Selain itu, kawasan hutan di Kabupaten Indramayu yang sebelumnya dikelola oleh PT Usaha Ridha Semesta juga tengah dievaluasi untuk kemungkinan dimanfaatkan bagi pengembangan peternakan sapi perah dalam penyediaan Hijauan Pakan Ternak (HPT).
Sebagai alternatif pemanfaatan kawasan hutan turut dikaji penerapan skema Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) untuk mendukung program ketahanan pangan melalui penanaman hijauan pakan ternak (HPT). Skema ini memungkinkan pemanfaatan kawasan hutan tanpa melakukan penebangan tegakan, sehingga fungsi ekologis dan kelestarian hutan tetap terjaga.
Melalui sinergi lintas kementerian, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan, pemerintah berkomitmen mempercepat penyediaan lahan yang berkelanjutan bagi pengembangan sapi perah nasional. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan produksi susu dalam negeri, mengurangi ketergantungan terhadap impor, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan mendorong terwujudnya kemandirian susu Indonesia.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News































