Minggu, Maret 15, 2026
spot_img

Portofolio Pembiayaan Hijau DBS Indonesia Tumbuh 14%, Raih Pengakuan Global

Bank DBS Indonesia mencatat capaian signifikan dalam pengembangan pembiayaan berkelanjutan di tengah meningkatnya kebutuhan pendanaan untuk transisi energi dan infrastruktur hijau. Di tengah tantangan pembiayaan proyek hijau yang semakin kompleks, bank mencatatkan pertumbuhan portofolio pembiayaan berkelanjutan sebesar 14 persen secara tahunan atau setara dengan Rp7,5 triliun.

Pencapaian tersebut turut mengantarkan Bank DBS Indonesia meraih penghargaan Best Bank for Sustainable Finance dalam ajang Global Finance Sustainable Finance Awards 2026. Penghargaan internasional ini menjadi yang pertama bagi Bank DBS Indonesia di kategori tersebut, sekaligus memperkuat posisinya sebagai lembaga keuangan yang berperan aktif dalam mendukung agenda ekonomi rendah karbon di Indonesia.

- Advertisement -

Penghargaan ini dinilai sebagai bentuk pengakuan atas konsistensi bank dalam mengintegrasikan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG) ke dalam pembiayaan nyata yang berdampak langsung bagi ekonomi dan lingkungan.

“Banyak korporasi saat ini masih berada dalam tahap menentukan arah perjalanan Environment, Social, and Governance (ESG) mereka. Di tengah kompleksitas tersebut, Bank DBS Indonesia hadir sebagai mitra tepercaya dengan rekam jejak pembiayaan berkelanjutan yang diakui di tingkat internasional. Tidak hanya melalui pembiayaan, kami juga memberikan pendampingan berbasis insights dan pemahaman kebutuhan bisnis agar korporasi dapat mengambil keputusan yang lebih tepat, berdampak, dan berkelanjutan, baik bagi kelangsungan usaha maupun lingkungan,” ujar Director of Institutional Banking Group Bank DBS Indonesia Anthonius Sehonamin, sebagaimana dikutip dalam keterangannya, kemarin.

- Advertisement -

Selama 2024-2025, Bank DBS Indonesia telah menyalurkan pembiayaan berkelanjutan ke berbagai proyek strategis, antara lain:

Proyek Waste-to-Energy (WTE) Palembang, di mana Bank DBS Indonesia bertindak sebagai penasihat keuangan dan penyedia pembiayaan sebesar USD 70 juta dari total fasilitas sindikasi USD 100 juta. Proyek ini mendukung pengelolaan limbah berkelanjutan dengan mengonversi 1.000 ton sampah per hari menjadi listrik berkapasitas 20 MW.

PT TBS Energi Utama Tbk (Electrum), dengan pembiayaan Green Loan kolaboratif senilai USD 15 juta, yang di dalamnya termasuk kontribusi Bank DBS Indonesia sebesar USD 5 juta. Pendanaan ini memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui pengembangan jaringan battery-swapping station nasional dan penyediaan 130 unit kendaraan listrik bagi layanan Grab.

Princeton Digital Group (PDG), melalui pembiayaan Green Loan sebesar Rp1,7 triliun untuk pengembangan kampus pusat data (data center) hyperscale JC2 di Cibitung berkapasitas 22MW untuk mendukung ekosistem kecerdasan buatan (AI). Fasilitas ini merupakan data center pertama di Indonesia dengan sertifikasi Green Mark Platinum.

- Advertisement -

PT Indo-Rama Synthetics Tbk, melalui fasilitas Sustainability-Linked Trade Finance senilai USD 20 juta yang terhubung dengan Sustainability Performance Targets. Skema ini mendorong peningkatan kinerja lingkungan perusahaan, termasuk efisiensi energi, pengelolaan air, dan penurunan emisi.

Tak sekadar menyediakan pembiayaan, Bank DBS Indonesia juga hadir dengan pendekatan menyeluruh, mulai dari solusi pembiayaan hijau dan inklusif, layanan advisory ESG, hingga komitmen internal pada praktik bisnis yang bertanggung jawab. Dengan jaringan regional yang kuat serta tim spesialis yang memahami dinamika industri, Bank DBS Indonesia dapat menjadi penggerak penting bagi pertumbuhan yang tahan krisis dan selaras dengan prinsip keberlanjutan.

Untuk memastikan penerapan dan penyaluran pembiayaan berkelanjutan tersebut sejalan dengan Pilar Keberlanjutannya, Bank DBS Indonesia juga memiliki tim ahli yang tergabung dalam Indonesia Sustainability Council (ISC). Sebagai bagian dari DBS Group Sustainability Council, tim ini bertugas mengarahkan strategi terkait lingkungan, sosial, dan tata kelola ESG serta memastikan keselarasan dengan fokus bank yang tertuang dalam tiga pilar keberlanjutan, yakni Responsible Banking, Responsible Business Practices dan Impact Beyond Banking.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img