PT Mandiri Utama Finance (MUF) mencatat kinerja positif pada segmen pembiayaan kendaraan roda empat sepanjang 2025. Hingga Desember 2025, penyaluran pembiayaan mobil baru MUF mencapai Rp13,2 triliun, atau berkontribusi sekitar 55 persen terhadap total portofolio pembiayaan perusahaan.
Corporate Secretary & Legal MUF, Elisabeth Lidya Sirait, mengatakan pembiayaan mobil baru masih menjadi tulang punggung bisnis perseroan di tengah dinamika industri multifinance.
“Kedua segmen tersebut masih menjadi pilar utama portofolio MUF, dengan mobil baru sebagai kontributor terbesar dan mobil bekas sebagai segmen yang relatif lebih stabil di tengah dinamika pasar,” jelas Elisabeth kepada Bisnis, Selasa (20/1/2026).
Selain mobil baru, MUF juga mencatat penyaluran pembiayaan mobil bekas sebesar Rp4 triliun sepanjang 2025. Nilai tersebut memberikan kontribusi sekitar 16,5 persen terhadap total portofolio perusahaan.
Elisabeth menjelaskan, kedua segmen tersebut saling melengkapi dalam menjaga kinerja pembiayaan MUF, terutama saat terjadi perlambatan di segmen kendaraan baru.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa hingga November 2025, pembiayaan mobil baru oleh perusahaan multifinance mengalami kontraksi sebesar 4,65 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Sebaliknya, pembiayaan mobil bekas justru masih mencatatkan pertumbuhan 0,42 persen YoY.
Menurut Elisabeth, penurunan pembiayaan mobil baru dipengaruhi oleh penyesuaian daya beli masyarakat serta kecenderungan konsumen yang semakin selektif dalam mengambil pembiayaan kendaraan baru.
Di sisi lain, lanjutnya, mobil bekas menjadi alternatif yang lebih terjangkau. Dengan demikian, permintaannya menjadi relatif lebih terjaga.
“Ke depan, MUF memproyeksikan pembiayaan mobil bekas masih memiliki ruang pertumbuhan, sementara pembiayaan mobil baru tetap berpeluang tumbuh seiring membaiknya kondisi pasar dan dukungan program penjualan dari dealer dan prinsipal,” ujarnya.
Oleh karena itu, MUF melihat peluang yang cukup baik di segmen mobil bekas berkualitas atau certified used car. Elisabeth berujar, segmen ini menawarkan nilai kendaraan yang lebih terjaga serta risiko yang relatif lebih terukur.
Untuk memanfaatkan peluang tersebut, MUF fokus pada kerja sama dengan dealer mobil bekas terpercaya, penguatan proses penilaian kendaraan, serta penerapan skema pembiayaan yang sesuai dengan profil risiko nasabah.
Sementara itu, pada segmen mobil baru, MUF melakukan penyesuaian strategi secara selektif, mulai dari aspek pricing, tenor pembiayaan, hingga besaran uang muka. Perusahaan juga memperkuat kolaborasi dengan dealer dan prinsipal guna menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pembiayaan dan kualitas aset.
Elisabeth turut menyoroti adanya pergeseran preferensi konsumen ke kendaraan dengan fungsi keluarga dan tingkat efisiensi yang lebih baik. Faktor kebutuhan, harga, serta efisiensi biaya kepemilikan kini menjadi pertimbangan utama, baik dalam pembelian mobil baru maupun mobil bekas.
“Faktor kebutuhan, harga, dan efisiensi biaya kepemilikan menjadi pertimbangan utama konsumen, baik untuk mobil baru maupun mobil bekas. Selain itu, minat terhadap mobil listrik juga mulai tumbuh dan menjadi bagian dari upaya MUF dalam memperkuat portofolio pembiayaan mobil baru,” pungkasnya.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

































