Sabtu, Januari 17, 2026
spot_img

IHSG Diprediksi Melemah di Akhir Pekan, Analis Soroti Profit Taking dan Sentimen Global

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak melemah pada perdagangan Jumat, seiring meningkatnya aksi profit taking menjelang akhir pekan. Meski sempat dibuka menguat 43,68 poin atau 0,49 persen ke level 8.969,15, laju IHSG dinilai masih berpotensi terkoreksi.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa IHSG berpeluang melanjutkan koreksi teknikal menuju area 8.850–8.900. “Diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan koreksi teknikal menguji level 8.850- 8.900,” ujarnya dalam riset di Jakarta, Jumat (9/1).

- Advertisement -

Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati perkembangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang mencatatkan defisit sebesar Rp695,1 triliun atau 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut lebih tinggi dibanding defisit 2024 yang mencapai 2,3 persen PDB dan melampaui target defisit APBN 2025 sebesar 2,53 persen PDB.

Keseimbangan primer juga masih menunjukkan defisit Rp180,7 triliun. Hingga akhir tahun, realisasi penerimaan negara mencapai 91,7 persen dari target, sementara belanja negara tercapai 96,3 persen.

- Advertisement -

Di sisi lain, cadangan devisa Indonesia mengalami peningkatan menjadi 156,5 miliar dolar AS pada Desember 2025, naik dari 150,1 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh penerimaan pajak dan jasa, penerbitan sukuk global, serta penarikan pinjaman luar negeri.

Pelaku pasar kini menantikan rilis data kepercayaan konsumen dan penjualan otomotif yang turut memberi arah pergerakan pasar pada akhir pekan.

Dari mancanegara, perhatian investor tertuju pada rilis data nonfarm payrolls (NFP) Amerika Serikat yang dijadwalkan pada Jumat waktu setempat. Data tenaga kerja AS tersebut kerap menjadi penentu arah kebijakan The Fed dan memiliki dampak signifikan terhadap pasar keuangan global.

Sektor perumahan dan pertahanan AS juga menjadi sorotan setelah serangkaian kebijakan baru Presiden Donald Trump, termasuk pembatasan pembelian rumah keluarga tunggal oleh investor institusional serta larangan bagi kontraktor pertahanan untuk membagikan dividen atau melakukan buyback saham. Trump juga mendorong peningkatan anggaran pertahanan hingga 1,5 triliun dolar AS pada 2027.

- Advertisement -

Pada perdagangan Kamis (8/1), bursa Eropa ditutup bervariasi. Euro Stoxx 50 melemah 0,33 persen, FTSE 100 Inggris turun tipis 0,04 persen, sementara DAX Jerman naik 0,02 persen dan CAC Prancis menguat 0,12 persen.

Di Wall Street, bursa AS juga bergerak variatif. Dow Jones menguat 0,55 persen ke 49.266,11, S&P 500 naik tipis 0,01 persen ke 6.921,36, sedangkan Nasdaq Composite terkoreksi 0,57 persen ke 25.507,10.

Sementara itu, bursa Asia pada perdagangan pagi Jumat cenderung bergerak campuran. Nikkei menguat 330,24 poin atau 0,46 persen ke 51.447,50, Shanghai Composite melemah 0,07 persen ke 4.082,98, Hang Seng turun 1,17 persen ke 26.149,00, dan Strait Times terkoreksi 0,30 persen ke 4.725,30.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img