BRI Insurance Dorong Integrasi Asuransi Umum dalam Ekosistem Perbankan

PT BRI Asuransi Indonesia (BRINS) atau BRI Insurance terus mendorong sinergi yang lebih erat antara layanan perbankan dan produk asuransi umum, guna memaksimalkan potensi pasar bancassurance yang dinilai belum tergarap optimal.

Corporate Planning and Strategy Division BRI Insurance, Aryo Swastika, mengungkapkan bahwa saat ini kontribusi premi dari kanal bancassurance justru mengalami penurunan. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), tercatat penurunan sebesar 27,4 persen pada tahun 2024. Penurunan ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk memperkuat strategi distribusi produk asuransi melalui saluran perbankan.

- Advertisement -

“Solusinya adalah meningkatkan eksposur asuransi umum melalui integrasi dalam ekosistem layanan perbankan,” kata Aryo.

Menurut Aryo, salah satu penyebab utama belum optimalnya bancassurance adalah minimnya interaksi langsung antara perusahaan asuransi dan debitur bank. “Solusinya adalah meningkatkan eksposur asuransi umum melalui integrasi dalam ekosistem layanan perbankan,” kata Aryo. ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta pada Senin (14/7).

- Advertisement -

Lebih lanjut, Aryo menjelaskan bahwa kebutuhan akan proteksi asuransi muncul secara alami dalam aktivitas nasabah, seperti saat membuka rekening, mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), atau membeli kendaraan secara kredit. Di momen inilah, produk-produk seperti asuransi kebakaran, kendaraan bermotor, hingga asuransi pengiriman barang dapat ditawarkan secara otomatis dan dijelaskan dengan bahasa yang sederhana, sehingga menjadi bagian dari perjalanan finansial nasabah, bukan sekadar tambahan.

Untuk memperluas jangkauan edukasi dan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya proteksi asuransi, Aryo juga menyarankan pemanfaatan kanal digital yang telah dipercaya nasabah. Misalnya melalui notifikasi di aplikasi mobile banking, email resmi bank, atau kanal komunikasi lainnya yang telah terintegrasi dalam sistem layanan perbankan.

“Edukasi juga dapat diperkuat melalui kanal komunikasi yang telah dipercaya nasabah, seperti push notification aplikasi mobile banking atau email resmi bank. Pendekatan ini mendorong nasabah untuk mengenali risiko yang dapat diasuransikan serta menjelajahi produk asuransi secara mandiri dan aman,” jelas dia.

Selain itu, Aryo turut merekomendasikan agar pengembangan produk asuransi umum di Indonesia diarahkan pada konsep SMES – Sederhana, Murah, Ekonomis, dan Segera. Mengingat tingkat literasi dan densitas asuransi umum di Tanah Air masih rendah, produk dengan premi terjangkau dan proses klaim yang cepat dianggap lebih relevan dan sesuai dengan daya beli masyarakat.

- Advertisement -

Menurutnya, hal tersebut mencerminkan preferensi masyarakat terhadap produk dengan premi terjangkau dan proses yang tidak rumit. Produk asuransi dengan nilai pertanggungan besar serta fitur kompleks juga dinilai belum tentu sesuai dengan daya beli maupun kebutuhan pasar saat ini.

“Oleh karena itu, pengembangan produk seperti asuransi mikro untuk rumah tinggal, tempat usaha, UMKM, atau kebakaran skala kecil menjadi sangat relevan. Produk-produk ini idealnya dapat diakses secara digital dan dilengkapi dengan proses klaim yang sederhana,” ujarn

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img