PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) terus memperkuat komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah mendukung dan membina Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) ZIONA di Gunungsitoli, Sumatera Utara.
Dukungan tersebut bukan sekadar bantuan fisik, namun juga mencakup penguatan kapasitas, evaluasi dampak sosial, hingga pemberian edukasi kepada masyarakat. Direktur Utama Askrindo, M. Fankar Umran, menyatakan bahwa program TJSL ini merupakan bentuk nyata kontribusi perusahaan dalam meningkatkan literasi dan pemberdayaan masyarakat.
“Melalui program TJSL ini, kami berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat, meningkatkan literasi keuangan, serta membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda di daerah-daerah seperti Gunungsitoli,” kata Direktur Utama Askrindo M Fankar Umran dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Sebagai upaya memastikan efektivitas dan keberlanjutan program pendidikan tersebut, Askrindo juga melakukan pengukuran Social Return on Investment (SROI) terhadap PKBM ZIONA. Pengukuran ini dilakukan dengan metode wawancara mendalam kepada para peserta didik, alumni, tutor, hingga pengelola PKBM ZIONA.
Menurut Fankar, penghitungan SROI adalah bagian dari transparansi dan tanggung jawab perusahaan dalam memastikan bahwa setiap dana yang disalurkan benar-benar memberikan dampak sosial yang positif dan berkelanjutan.
Selain pengukuran SROI, BUMN di sektor asuransi tersebut juga memberikan motivasi dan edukasi bagi peserta dan alumni, pengenalan layanan dan produk asuransi, serta penyerahan ijazah bagi lulusan Paket A, B, dan C Tahun Pelajaran 2024/2025.
“Perhitungan SROI merupakan komitmen keterbukaan dan pertanggungjawaban kepada stakeholders untuk mengontrol penggunaan sumber daya agar lebih efektif dan efisien hingga berkelanjutan, dan juga kami percaya bahwa investasi pada pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan bangsa,” ujar M Fankar Umran.
Ketua PKBM ZIONA, Rido Favorit S. Waruwu, mengungkapkan bahwa dukungan Askrindo telah membawa dampak positif yang signifikan bagi perkembangan lembaga dan masyarakat. Beberapa alumni bahkan telah berhasil membuka usaha mandiri, seperti di bidang desain grafis dan video editing.
“Beberapa alumni PKBM Ziona ini sudah banyak yang memiliki usaha sendiri, salah satunya di bidang jasa desain grafis dan video editing, dengan kemandirian ini jelas sangat membantu ekonomi masyarakat di daerah Gunungsitoli,” imbuhnya.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

































