BPS Jatim Catat Inflasi Sebesar 0,77 Persen Secara YoY Selama Maret 2025

Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur (BPS Jatim) mencatat, Maret 2025 secara tahun per tahun atau Year on Year (YoY) Jatim mengalami inflasi sebesar 0,77 persen. Demikian disampaikan Kepala BPS Jatim Zulkipli, melalui Berita Resmi Statistik (BRS) pada Rabu (9/3/2025).

“Pada Maret 2025 terjadi inflasi year on year Provinsi Jawa Timur sebesar 0,77 persen dengan Indeks Harga Konsumen atau IHK sebesar 107,43,” jelas Zulkipli.

- Advertisement -

Inflasi YoY ini, diterangkan Zulkipli, terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran.

Kelompok pengeluaran tersebut yaitu, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,64 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,10 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,56 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,95 persen; kelompok transportasi sebesar 0,48 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,40 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,49 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,13 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,94 persen.

- Advertisement -

“Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 7,49 persen; serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,16 persen,” terang Zulkipli.

Sedangkan, per bulan Maret 2025, Zulkipli menyebutkan, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi secara YoY, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,46 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,06 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,03 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,07 persen; kelompok transportasi sebesar 0,06 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,03 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,11 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,23 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,57 persen.

“Sementara kelompok pengeluaran yang memberikan andil deflasi secara year on year, yaitu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,84 persen; serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen,” sebut Zulkipli.

Komoditas Pemberi Andil Inflasi Maret 2025

- Advertisement -

Selain menurut kelompok, Zulkipli menjelaskan, komoditas yang dominan memberikan andil atau berkontribusi dalam inflasi YoY pada Maret 2025, antara lain emas perhiasan, cabai rawit, bawang merah, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, kopi bubuk, nasi dengan lauk, Sigaret Kretek Mesin (SKM), sepeda motor, sekolah dasar, bawang putih, mobil, daging sapi, santan jadi, cumi-cumi, Sigaret Putih Mesin (SPM), kelapa, air kemasan, Sigaret Kretek Tangan (SKT), dan kopi siap saji.

“Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi YoY antara lain, tarif listrik, beras, tomat, daging ayam ras, telur ayam ras, angkutan udara, kacang panjang, telepon seluler, dan daun bawang,” jelasnya.

Dan secara Month to Month (M to M), Zulkipli menuturkan, komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada Maret 2025, antara lain, tarif listrik, cabai rawit, bawang merah, emas perhiasan, beras, daging ayam ras, telur ayam ras, santan jadi, kelapa, dan jagung manis. “Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi m-to-m, adalah angkutan udara,” tutur Zulkipli.

Zulkipli juga menjelaskan, bahwa di tingkat kabupaten/kota IHK di Provinsi Jawa Timur pun tercatat, ada sebanyak 10 kabupaten/kota mengalami inflasi YoY dan satu kabupaten/kota mengalami deflasi YoY.

“Inflasi YoY tertinggi sebesar 1,89 terjadi di Banyuwangi dengan IHK sebesar 108,63 dan terendah terjadi di Kabupaten Bojonegoro sebesar 0,13 persen dengan IHK sebesar 108,58. Adapun deflasi y-on-y terjadi di Kota Kediri sebesar 0,04 persen dengan IHK sebesar 106,13,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img