Kamis, Maret 12, 2026
spot_img

Tips Investasi Saham dari Bos BCA Saat Pasar Turun: Tetap Tenang dan Analisis Fundamental

Para investor saham di Indonesia saat ini mungkin sedang menghadapi tantangan dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai level terendah sejak pandemi Covid-19 mereda, yaitu di level 6.270 pada akhir pekan lalu.

Menanggapi situasi ini, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Jahja Setiaatmadja, memberikan beberapa tips investasi saham yang penting untuk diperhatikan. Beliau menekankan bahwa investor tidak perlu panik menghadapi penurunan pasar saham. Namun, penting bagi investor untuk memahami penyebab penurunan harga saham tersebut.

- Advertisement -

Jahja menjelaskan bahwa penurunan harga saham dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti fundamental perusahaan yang kurang baik atau sentimen pasar yang negatif.

Baca Juga: BCA Seleksi 700 Mahasiswa untuk Program Beasiswa Bakti

“Market tidak ada yang selamanya turun, sampai zero nggak ada, boleh dikata ya. Ataupun naik terus sampai skyrocketing, itu juga nggak ada,” ujar Jahja.

- Advertisement -

Saat ini, menurut Jahja, gejolak yang terjadi bersifat umum, artinya penurunan saham terjadi di hampir semua sektor, bukan hanya sektor tertentu seperti perbankan.

Dalam kondisi seperti ini, Jahja menyarankan bagi investor yang memiliki likuiditas cukup untuk melakukan averaging down secara bertahap pada saham-saham dengan fundamental yang baik.

Jahja juga mengingatkan agar investor tidak melakukan pembelian saham secara sekaligus, melainkan secara bertahap. Hal ini dikarenakan tidak ada yang bisa memprediksi kapan pasar akan berbalik arah.

“Jangan at once, kecuali tadi fundamental perusahaan itu anda yakin kurang bagus, itu sell at once, nanti kalau perusahaan itu mulai recover, membaik, Anda bisa buyback kembali,” tambahnya.

- Advertisement -

Sebagai informasi tambahan, Jahja Setiaatmadja baru-baru ini meningkatkan kepemilikan sahamnya di BBCA. Saat ini, beliau memiliki 34.187.785 saham atau senilai Rp 288 miliar berdasarkan harga saham pada akhir pekan lalu.

Poin-poin Penting:

  • Jangan panik: Tetap tenang dan analisis situasi pasar.
  • Pahami penyebab penurunan: Cari tahu apakah penurunan disebabkan oleh fundamental perusahaan atau sentimen pasar.
  • Averaging down: Jika likuiditas cukup, lakukan pembelian bertahap pada saham dengan fundamental baik.
  • Diversifikasi waktu pembelian: Jangan membeli saham secara sekaligus.
  • Analisis fundamental: Jual saham jika fundamental perusahaan memburuk, dan beli kembali saat pulih.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi para investor saham.

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img