BSya Makin Diminati, Transaksi Mobile Banking BCA Syariah Meroket

PT Bank BCA Syariah mencatat pertumbuhan signifikan dalam transaksi digital sepanjang 2024.

Direktur BCA Syariah, Pranata, mengungkapkan bahwa pada Desember 2024, transaksi melalui mobile banking mengalami lonjakan pesat. Mobile banking menjadi kanal utama dengan kontribusi sebesar 69 persen dari total transaksi nasabah.

- Advertisement -

Sementara itu, transaksi melalui ATM/EDC menyumbang 29 persen, internet banking sebesar 1 persen, dan transaksi di cabang mencapai 1,49 persen.

“Dalam hal frekuensi transaksi, mobile banking mendominasi dengan 14,1 juta transaksi pada 2024, meningkat 42,8 persen dari 9,9 juta transaksi pada tahun sebelumnya. ATM dan EDC mencatat 5,9 juta transaksi, naik 22,0 persen dibandingkan tahun 2023,” ujarnya di Jakarta, Jumat, 28 Februari 2025.

- Advertisement -
Baca Juga: Laba BCA Syariah Tumbuh 19,5% di Sepanjang 2024

Di sisi lain, transaksi di cabang mengalami penurunan 6,6 persen, dengan total 307 ribu transaksi dibandingkan 328 ribu transaksi pada tahun sebelumnya.

Lonjakan Volume Transaksi Digital

Dari segi volume transaksi, mobile banking mengalami kenaikan 25,3 persen mencapai Rp19,4 triliun. ATM/EDC mencatat peningkatan tertinggi sebesar 44,0 persen dengan total Rp5,2 triliun, sementara volume transaksi internet banking naik 25,3 persen menjadi Rp15,6 triliun.

Selain itu, transaksi BI-Fast melalui BCA Syariah tumbuh signifikan sebesar 84,0 persen menjadi 8,7 juta transaksi. Sementara itu, transaksi QRIS melonjak hingga 167,5 persen menjadi 1,9 juta transaksi.

- Advertisement -

Peningkatan juga terjadi pada layanan transfer RTGS, SKN, dan online switching yang bertumbuh 36,5 persen menjadi 3 juta transaksi.

Jumlah nasabah BCA Syariah turut mengalami peningkatan 14,5 persen, mencapai 608 ribu nasabah.

Migrasi Pengguna ke BSya

Pada Agustus 2024, BCA Syariah memperkenalkan New Mobile Banking dengan nama BSya by BCA Syariah sebagai langkah strategis untuk meningkatkan penghimpunan dana murah atau current account saving account (CASA).

Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, menjelaskan bahwa lebih dari 50 persen pengguna mobile banking lama telah mengunduh aplikasi BSya.

“Namun, sebagian nasabah masih menggunakan Mobile Banking lama karena kebiasaan yang belum sepenuhnya beralih. Proses migrasi ke BSya masih berlangsung,” jelasnya di Jakarta, Jumat, 28 Februari 2025.

Yuli menambahkan bahwa BCA Syariah terus mengembangkan fitur dan layanan pada BSya agar dapat memenuhi kebutuhan nasabah secara lebih optimal.

“Kami terus memperkaya fitur BSya agar lebih komprehensif. Ke depannya, jika mayoritas pengguna telah beradaptasi, tidak menutup kemungkinan Mobile Banking lama akan dihentikan sepenuhnya,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img