Bank Mandiri Taspen resmi menjalin kerja sama dengan PT Indonesia Digital Identity (VIDA), salah satu Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) di Indonesia. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan fitur terbaru Online Onboarding (OOB) pada aplikasi mobile banking Movin.
Corporate Secretary Bank Mandiri Taspen, Errinto SP Pardede, menyatakan bahwa pengembangan aplikasi Movin merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi perbankan yang cepat, mudah, dan aman bagi seluruh nasabah.
“Kami berkolaborasi dengan VIDA menggunakan proses verifikasi identitas teknologi e-KYC (Electronic Know Your Customer) untuk memastikan keamanan dan kenyamanan dalam setiap transaksi,” kata Errinto SP Pardede, di Jakarta, Kamis (28/2).
Selain fitur OOB, aplikasi Movin juga dilengkapi dengan berbagai fitur inovatif yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan nasabah dari berbagai generasi, termasuk para pensiunan. Salah satu fitur unggulan yang diperkenalkan adalah Absen Pensiun, yang memungkinkan nasabah pensiunan untuk mengambil tunjangan bulanan tanpa harus datang ke bank.
“Dengan fitur-fitur inovatif ini, Movin by Bank Mandiri Taspen semakin praktis, aman, dan inklusif, sehingga membawa layanan perbankan lebih dekat ke masyarakat,” ujar Errinto.
Founder dan Group CEO VIDA, Niki Luhur, menegaskan bahwa kerja sama ini sejalan dengan misi perusahaan dalam membangun ekosistem digital yang aman dan terpercaya serta memudahkan setiap orang untuk membuktikan identitas mereka secara online.
Ia menyatakan bahwa dalam era digital, verifikasi identitas online menjadi kunci keamanan transaksi. Melalui teknologi e-KYC, proses identifikasi nasabah dapat berlangsung lebih cepat, praktis, dan aman.
Menurut Niki, solusi e-KYC yang dikembangkan VIDA tidak hanya mempermudah proses pembukaan rekening, tetapi juga meningkatkan keamanan serta kepercayaan dalam transaksi digital.
“Kami bangga dapat bermitra dengan Bank Mandiri Taspen dalam inisiatif ini. Kami bangga berkolaborasi dengan Bank Mandiri Taspen untuk mendukung inklusi keuangan di Indonesia,” kata Niki Luhur pula.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

































