Bank Mandiri berhasil meraih dua sertifikasi internasional, yakni ISO 21001:2018 Educational Organization Management Systems for Educational Organizations dan ISO 30422:2022 Human Resources – Learning and Development. Pencapaian ini merupakan hasil dari berbagai inovasi dalam pelatihan serta pengembangan keterampilan dan pengetahuan pegawai.
Menariknya, Bank Mandiri menjadi pelopor dalam penerapan ISO 30422:2022 di Indonesia. Langkah ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme pegawai guna mencetak pemimpin yang unggul, tangguh, dan berdaya saing global.
Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, menegaskan bahwa sertifikasi ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam menerapkan standar terbaik dalam pengelolaan pendidikan dan pengembangan SDM. Hal ini juga sejalan dengan upaya akselerasi prestasi pegawai Bank Mandiri atau Mandirian.
Baca Juga: Jadwal RUPST Bank Mandiri (BMRI) Diundur ke 25 Maret 2025
“Penerapan standar ISO 21001:2018 dan ISO 30422:2022 oleh Mandiri Corporate University menunjukkan dedikasi kami dalam memastikan pengembangan pegawai sebagai prioritas utama. Fakta bahwa Bank Mandiri menjadi pelopor dalam penerapan ISO 30422:2022 di bidang Human Resources – Learning and Development mencerminkan visi besar kami untuk terus berinovasi dan memimpin transformasi di sektor perbankan Indonesia,” ujar Darmawan dalam keterangan resminya, Kamis (13/2/2025).
ISO 21001:2018 merupakan standar internasional yang memastikan organisasi pendidikan mampu memenuhi kebutuhan pembelajaran yang beragam secara efektif dan efisien. Sementara itu, ISO 30422:2022 menjadi bukti bahwa Mandiri Corporate University telah menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan pembelajaran serta pengembangan pegawai yang selaras dengan strategi perusahaan.
Direktur Kepatuhan dan SDM Bank Mandiri, Agus Dwi Handaya, menambahkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Bank Mandiri yang berkomitmen menciptakan sistem pendidikan berkualitas dan mendukung keberlanjutan pengembangan pegawai.
“Dengan standar internasional ini, Mandiri Corporate University diharapkan dapat terus memberikan kontribusi strategis dalam meningkatkan kapabilitas dan kompetensi pegawai. Dengan demikian, mereka mampu menghadapi tantangan bisnis di masa depan serta mempertahankan posisi Bank Mandiri sebagai talent pool unggulan di Indonesia,” jelasnya.
Pengembangan SDM yang berkelanjutan turut berkontribusi pada pertumbuhan kinerja finansial Bank Mandiri. Pada Kuartal IV-2024, bank ini membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp55,78 triliun, didukung oleh pendapatan bunga bersih (NII) yang mencapai Rp75,83 triliun.
Selain itu, realisasi kredit konsolidasi Bank Mandiri mencapai Rp1.670,55 triliun atau tumbuh 19,5 persen secara tahunan (YoY), dengan pertumbuhan positif di berbagai segmen utama.
Capaian tersebut menjadikan Bank Mandiri sebagai pemimpin dalam pangsa pasar kredit di industri perbankan. Di sisi lain, kualitas kredit tetap menjadi prioritas dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) yang terkendali di level 0,97 persen pada akhir 2024, turun 5 basis poin dari tahun sebelumnya.
Pada periode yang sama, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mandiri juga tumbuh 7,73 persen YoY menjadi Rp1.699 triliun, didorong oleh peningkatan signifikan pada segmen giro dan tabungan. Porsi dana murah (CASA) mencapai 80,3 persen dari total DPK, mencerminkan efektivitas strategi perseroan dalam mengoptimalkan pendanaan.
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News
































