Bos Freeport dan Airlangga Bahas Perpanjangan Izin Ekspor Konsentrat Tembaga

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas, melakukan kunjungan ke kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian). Kunjungan ini dilakukan untuk membahas perpanjangan izin ekspor konsentrat tembaga perusahaan yang akan berakhir pada 31 Desember 2024.

Tony Wenas mengungkapkan bahwa pembahasan mengenai perpanjangan izin ekspor masih terus berlangsung. “Ini masih dibahas (perpanjangan),” kata Tony saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (3/1/2024).

- Advertisement -

Permohonan perpanjangan izin ekspor tersebut diajukan oleh Freeport setelah fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) tembaga yang terletak di Gresik, Jawa Timur, mengalami kebakaran pada Oktober 2024. Akibat kebakaran tersebut, operasional produksi katoda tembaga di Smelter yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik JIIPE dihentikan sementara.

Baca juga: Penambahan Saham 10% PT Freeport Ditargetkan Rampung di 2025

“Masih full berhenti. Kalau lagi perbaikan kan nggak mungkin produksi. Karena itu kan Capture CO2,” ungkap Tony.

- Advertisement -

Sementara itu, Plt. Staf Ahli Bidang Regulasi, Penegakan Hukum, dan Ketahanan Ekonomi Kemenko Perekonomian, Elen Setiadi, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan dari PTFI, smelter diperkirakan baru dapat berproduksi kembali pada Juli 2025.

“Katanya masih enam bulan lagi ya, pokoknya selesai. Awal ramp-up. Pokoknya semester 1 selesai,” ujarnya.

Meski ramp-up ditargetkan dapat terlaksana di bulan Juli, namun menurut Elen smelter tidak dapat langsung berproduksi secara penuh. Setidaknya ramp up produksi smelter PTFI hanya mencapai 40%. “Juli (ramp up) 40% dari kapasitas smelter baru,” kata Elen.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img