Pupuk Kaltim Target Kurangi 600 Ribu Ton CO2 per Tahun

Memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia 2024, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali menegaskan komitmen terhadap pengurangan emisi karbon, melalui program Community Forest.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Budi Wahju Soesilo, menyampaikan pada program ini Pupuk Kaltim memanfaatkan lahan tidur menjadi produktif, sejalan dengan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) Perusahaan.

- Advertisement -

Hingga akhir 2024, Pupuk Kaltim telah menanam 638.872 pohon, di area seluas 322 hektare (Ha). Pupuk Kaltim pun mampu memberikan dampak positif terhadap lingkungan, hingga nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

“Digagas sejak mulai 2022, program ini berpotensi menyerap emisi karbon sebesar 600.000 ton CO2 per tahun,” ujar Soesilo, Jumat (6/12/2024).

- Advertisement -

Inisiatif ini juga wujud nyata dukungan Pupuk Kaltim terhadap upaya pemerintah mencapai target Net Zero Emission 2060. Tercatat hingga November 2024, Community Forest yang tersebar di lima provinsi di Indonesia seperti Kalimantan Timur, Jawa Barat, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Barat telah mencapai 6,38 persen dari target penanaman 10 juta pohon pada 2030.

Bibit pohon yang telah ditanam meliputi mangrove dan buah-buahan seperti mangga, nangka, durian, alpukat dan sirsak. Tak hanya itu, ada juga tanaman buah langka seperti matoa, bisbul, menteng dan gandaria.

Tak hanya untuk pelestarian lingkungan, Pupuk Kaltim juga menciptakan peluang ekonomi dengan pelibatan petani dan masyarakat sekitar. Diintegrasikan dengan program MAKMUR (Mari Kita Majukan Usaha Rakyat) dan Agrosolution, Pupuk Kaltim menciptakan ekosistem yang dapat mendukung petani dan masyarakat sekitar.

“Petani dan masyarakat di sekitar wilayah tanam dibekali pendampingan berkelanjutan, melalui edukasi untuk mengolah dan memelihara tanaman untuk meningkatkan produktivitas, hingga pendistribusian hasil panen,” tambah Soesilo.

- Advertisement -

Pendampingan berkelanjutan ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk memberi manfaat berkelanjutan bagi semua kalangan, baik secara ekologis maupun humanis. Dari hasil pemanfaatan lahan tidur, Community Forest Pupuk Kaltim juga membuka peluang ekonomi untuk membantu kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar.

“Dari hal itu, dampak yang dicapai Community Forest mencakup pelestarian lingkungan, produktivitas lahan, peningkatan kualitas udara, hingga kesejahteraan masyarakat,” tandas Soesilo.

Sejalan dengan semangat Hari Menanam Pohon Indonesia 2024, Pupuk Kaltim percaya bahwa pelestarian lingkungan seperti penanaman pohon merupakan tanggung jawab bersama. Baik dari aksi korporasi, kolaborasi dengan pemangku kepentingan lain, maupun inisiatif masyarakat.

Di samping penanaman pohon, Pupuk Kaltim juga aktif menjalankan berbagai inisiatif dalam rangka membantu penurunan emisi karbon serta menjaga kelestarian lingkungan. Seperti konversi kendaraan operasional ke kendaraan listrik, proyek revamping Pabrik 2, rencana pembangunan pabrik Soda Ash, hingga pengembangan sumber energi terbarukan seperti clean ammonia.

Sebagai pelopor transformasi hijau dalam industri pupuk dan petrokimia, Pupuk Kaltim berharap Community Forest menjadi inspirasi banyak pihak, untuk memulai perjalanan dalam pelestarian lingkungan dengan prinsip kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami percaya, melalui kerja sama dan komitmen bersama, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” pungkas Soesilo.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img