Indonesia menghadapi tantangan besar dalam dunia ketenagakerjaan, dengan jumlah pengangguran yang tercatat mencapai 7,5 juta orang. Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Yassierli, mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut, salah satunya dengan melaksanakan pelatihan untuk calon pencari kerja, terutama di sektor pariwisata.
Dalam kunjungannya ke Kota Medan pada Senin, 23 Desember 2024, bersama Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) Gibran Rakabuming Raka, Yassierli menyatakan, “Pengangguran kita saat ini sekitar 7,5 juta, jadi solusi terdekat beberapa minggu yang lalu saya diskusi dengan Presiden RI, beliau menyampaikan, untuk short term adalah pariwisata.”
Pelatihan ini direncanakan akan dimulai pada awal tahun 2025 dan difokuskan pada upskilling dan reskilling tenaga kerja, khususnya dalam bidang pariwisata. Yassierli menambahkan bahwa pelatihan ini akan memanfaatkan kapasitas balai vokasi/pelatihan yang ada di daerah.
“Kami sudah berkoordinasi, menindaklanjuti, jadi balai-balai, di awal tahun depan (tahun 2025), kita akan fokus untuk pelatihan terkait pariwisata,” ujarnya.
Menurut Yassierli, pelatihan terkait pariwisata perlu dilakukan karena durasi pelatihannya yang memang juga cukup cepat.
“Durasi pelatihannya cukup cepat, kemudian requirement peserta tidak tinggi, sedangkan kebutuhan itu ada. Ini paralel dengan program pemerintah untuk menyiapkan lima daerah unggulan pariwisata,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga mengunjungi Festival Vokasi Temu Mitra Industri di BBPVP Medan, yang menjadi tempat pertemuan antara perusahaan pemberi kerja dan calon pelamar kerja.
Gibran yang mengenakan kemeja biru muda, berbincang langsung dengan perwakilan perusahaan serta bertanya mengenai kompetensi yang diperlukan oleh perusahaan, serta peluang bagi pencari kerja dengan disabilitas untuk diterima bekerja.
Selain itu Wapres Gibran juga menanyakan kompetensi apa saja yang diperlukan para perusahaan dan berapa peluang pencari kerja disabilitas untuk bisa diterima di perusahaan. Perwakilan perusahaan tersebut tampak antusias menjelaskan lowongan pekerjaan yang ditawarkan perusahaan.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News































