PT Semen Merah Putih berkolaborasi dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah III dan AkzoNobel untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja konstruksi melalui program pelatihan dan sertifikasi. Inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat konsep pembangunan berkelanjutan yang berfokus pada masyarakat, lingkungan, dan manfaat bagi pekerja konstruksi.
Kolaborasi ini meluncurkan program pelatihan komprehensif yang mencakup keterampilan teknis pondasi bangunan serta aspek estetika dalam konstruksi. Nyiayu Chairunnikma, Head of Marketing PT Cemindo Gemilang Tbk., menjelaskan bahwa kerjasama ini sangat strategis, karena mempertemukan dua pemain besar dalam material konstruksi—Semen Merah Putih dan Dulux—yang memiliki visi serupa dalam meningkatkan kualitas bangunan.
Program ini tidak hanya melibatkan pelatihan untuk pekerja konstruksi tingkat dasar, tetapi juga mencakup level menengah hingga manajerial, yaitu level 5 dan 6. “Kami berusaha memastikan tenaga kerja konstruksi memiliki keterampilan yang relevan dan sesuai standar,” ungkap Ayu. Ini merupakan langkah penting untuk memastikan pekerja, dari level teknisi hingga manajerial, memiliki kompetensi yang kompetitif.
Samuel E.D.P Tampubolon, Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah III, menegaskan pentingnya kemitraan antara pemerintah dan sektor industri dalam mendukung kompetensi tenaga kerja. Sertifikasi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan mengurangi risiko kecelakaan di lapangan, sehingga setiap proyek konstruksi dapat dijalankan dengan lebih aman dan berkualitas.
Yudhy Aryanto, Country Commercial Head PT ICI Paints Indonesia, menambahkan bahwa pemahaman dan keterampilan dalam teknik aplikasi produk cat sangat penting. “AkzoNobel berkomitmen untuk menyediakan solusi produk berkelanjutan yang membantu menciptakan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Program kolaborasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi proyek dari segi waktu dan biaya, tetapi juga mendorong praktik konstruksi yang berkelanjutan. Dengan meningkatnya kualitas tenaga kerja, diharapkan keseimbangan antara masyarakat dan lingkungan dapat terjaga dalam setiap proyek konstruksi. “Kolaborasi ini mendukung pembangunan yang lebih efisien dan berkualitas, serta mendorong praktik konstruksi berkelanjutan,” tutup Ayu.

































