Rupiah Terpuruk di Awal Oktober, Nyaris Sentuh Rp15.200/US$ Lagi

InfoEkonomi.ID – Nilai tukar rupiah melemah di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) pada awal Oktober 2024. Berdasarkan data Refinitiv, mata uang Garuda ditutup di angka Rp15.195/US$ pada perdagangan Selasa (1/10), turun 0,4% dibandingkan penutupan sehari sebelumnya.

Pelemahan rupiah ini terjadi di tengah penguatan indeks dolar AS (DXY) yang mencapai 100.943, naik 0,16%. Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor yang menekan nilai tukar rupiah.

- Advertisement -

Faktor domestik turut berkontribusi pada pelemahan rupiah. Indeks Harga Konsumen (IHK) Indonesia mencatatkan penurunan sebesar 0,12% (month-to-month) pada September 2024, menandai deflasi kelima berturut-turut.

Melansir cnbcindonesia.com, Ekonom Senior SSI Research, Fithra Faisal Hastiadi, mengungkapkan bahwa penurunan harga pangan akibat musim panen padi yang terlambat menjadi penyebab utama penurunan inflasi ini. Namun, deflasi ini juga mengindikasikan lemahnya permintaan konsumen, yang dapat memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi.

- Advertisement -

Selain faktor domestik, sentimen global, khususnya kebijakan moneter AS, turut memberikan tekanan bagi rupiah. Ketua bank sentral AS, Jerome Powell, menyatakan bahwa suku bunga akan diturunkan secara bertahap, dengan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi AS yang berkelanjutan. Hal ini membuat dolar AS semakin kuat, sementara rupiah menjadi lebih rentan terhadap penguatan dolar.

Di sisi lain, ekonomi Indonesia menghadapi tantangan dengan indeks PMI yang berada di bawah 50, menandakan kontraksi di sektor manufaktur, yang berpotensi menghambat pencapaian target pertumbuhan ekonomi 5% pada tahun fiskal 2024.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img