InfoEkonomi.ID – Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyambut baik rencana Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk menjual hotel Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke pihak swasta.
Ketua Umum PHRI, Hariyadi BS Sukamdani, mengungkapkan bahwa meski belum menerima informasi resmi dari tim transisi Prabowo, keputusan tersebut dianggap sah dan dapat memberikan peluang bagi pengusaha swasta yang ingin berekspansi pasca-COVID-19.
“Sampai saat ini, kami baru membaca berita terkait rencana ini. Menurut kami, itu sah-sah saja,” kata Hariyadi saat ditemui di Jakarta pada Senin (30/9). Ia memproyeksikan bahwa rencana tersebut akan menarik minat besar dari pengusaha swasta yang telah menyiapkan langkah ekspansi.
Hariyadi juga menekankan pentingnya dukungan finansial dari pemerintah, terutama melalui kemudahan pembiayaan dari perbankan untuk akuisisi hotel BUMN yang akan dijual.
“Bank harus mendukung, meski saat ini mereka agak mengerem pembiayaan setelah COVID-19. Namun, akuisisi akan lebih mudah dibandingkan membangun hotel baru, karena pasar sudah ada dan hanya berganti pemilik,” jelasnya.
Kabar rencana Prabowo untuk menjual hotel BUMN kembali mengemuka setelah Ketua Satuan Tugas Perumahan Presiden Terpilih, Hashim S. Djojohadikusumo, menegaskan hal itu. Prabowo sebelumnya menyatakan bahwa pemerintah tidak perlu memiliki hotel, dan mengajak sektor swasta untuk lebih dominan dalam pengembangan pariwisata di Indonesia.
“Pada tahun 1950-an, pemerintah memang harus menjadi pionir dalam pariwisata, tetapi kini saatnya memberikan ruang lebih besar kepada sektor swasta,” ungkap Prabowo dalam forum investasi.
































