InfoEkonomi.ID – PT PGN Tbk semakin memperkuat komitmennya dalam pengembangan niaga gas bumi di Sulawesi, dengan fokus pada penguasaan pengelolaan gas pipa, LNG, dan CNG. Direktur Utama PGN, Arief Setiawan Handoko, mengungkapkan bahwa perusahaan terbuka untuk menjalin kerja sama strategis guna mendukung penyediaan pasokan dan infrastruktur gas bumi di wilayah tersebut.
“Dalam rangka pengembangan pasar di Sulawesi, PGN agresif menjalin kerja sama dengan mitra strategis, terutama di kawasan industri yang memiliki potensi permintaan tinggi. Ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar,” ujar Arief dalam keterangan tertulisnya, Minggu (6/10).
Pada Jumat (4/10), PGN meresmikan reaktivasi area Kawasan Timur Indonesia (KTI), sebagai bagian dari strategi pengembangan pasar gas bumi di Indonesia bagian tengah dan timur. Arief berharap langkah ini dapat mempercepat ekspansi pasar dan memanfaatkan peluang secara lebih efektif.
Koordinasi dengan pemerintah terus dilakukan oleh PGN, mengingat dukungan pemerintah sangat penting dalam pengembangan usaha gas bumi. Bersama Kementerian Perindustrian, PGN berkomitmen mendukung roadmap terkait pengembangan infrastruktur gas bumi di 14 Kawasan Industri yang menjadi prioritas, beberapa di antaranya terletak di Sulawesi.
PGN juga menekankan pentingnya peran anak usaha dalam ekspansi pasar di Sulawesi, yang mencakup penyediaan pasokan gas dan potensi kerja sama di bidang jasa EPC, properti, dan telekomunikasi.
Dengan pengalaman sebagai penyedia energi di Sulawesi, PGN telah menyalurkan LNG untuk smelter di Sulawesi Tenggara. LNG yang didatangkan dari Kalimantan Utara menggunakan 25 unit Isotank berukuran 40 ft, menegaskan skema beyond pipeline yang telah berhasil direalisasikan.
“PGN terus berkomitmen untuk monetisasi gas bumi dengan berbagai moda transportasi. Reaktivasi kegiatan usaha gas bumi di Sulawesi menjadi bagian dari upaya PGN untuk memperkuat penggunaan energi domestik dan menyediakan energi ramah lingkungan di kawasan tengah dan timur Indonesia,” tutup Arief.
































