PT Freeport Indonesia (PTFI) terus memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui program rehabilitasi kawasan pesisir dengan menargetkan penanaman 50.000 bibit mangrove di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Program tersebut menjadi bagian dari pengelolaan kawasan konservasi mangrove seluas lima hektare yang dilakukan secara bertahap melalui berbagai kegiatan penanaman.
Aksi penanaman mangrove tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan melibatkan ratusan relawan dari berbagai kalangan. Kegiatan berlangsung di kawasan tambak Desa Karangrejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, hasil kolaborasi antara PT Freeport Indonesia dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik.
Dengan mengenakan topi dan sepatu bot, para relawan bersama jajaran perusahaan serta pemerintah daerah turun langsung ke area pesisir untuk menanam bibit mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya memperkuat ketahanan ekosistem pesisir.
Vice President External Affairs Smelter PT Freeport Indonesia, Erika Silva, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui aksi nyata pelestarian lingkungan.
“Kegiatan ini merupakan program PT Freeport Indonesia yang mengajak para relawan dari berbagai kelompok usia dan berasal dari berbagai latar belakang untuk bergotong royong menanam mangrove. Kami mengangkat tema Be the Solution, Not the Pollution: Recycle and Conserve yang diimplementasikan dari hulu operasi di Tembagapura hingga hilir di Smelter PTFI, Gresik,” kata Erika usai penanaman mangrove pada Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, pelibatan masyarakat dalam kegiatan penanaman mangrove menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup. Selain berfungsi sebagai benteng alami kawasan pesisir, mangrove juga memiliki peran besar dalam menyerap karbon, mencegah abrasi, serta menjaga keberlangsungan ekosistem laut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, Sri Subaidah, mengapresiasi inisiatif PT Freeport Indonesia yang dinilai memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Menurutnya, keberadaan hutan mangrove tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga berdampak positif terhadap produktivitas sektor perikanan masyarakat.
Sri Subaidah berharap kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak pihak yang terlibat dalam upaya mitigasi perubahan iklim.
“Ini merupakan kolaborasi nyata untuk menjaga iklim dan lingkungan. Kami berharap gerakan seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak pihak yang mengajak masyarakat bekerja bersama untuk iklim,” tuturnya.
Melalui target penanaman 50.000 bibit mangrove, PT Freeport Indonesia berharap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap rehabilitasi kawasan pesisir, meningkatkan ketahanan lingkungan, sekaligus mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir melalui terciptanya ekosistem yang lebih sehat dan produktif.
Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News































